Sunday, August 5, 2018

Seongju Culture Festival

Kebiasaan saya kalo tiap weekend gak ada kegiatan rutin adalah mulai mikir macem-macem, dan yang paling sering adalah resign resign dan resign, saking bosennya. Setelah berjibaku dengan IELTS tiap weekend di bulan Januari, Februari kebosanan itu melanda kembali, dan di saat puncak kebosanan saya melihat di status whatsap teman saya, sebut saja Anneke, ada postingan tentang Culture Festival, atau lebih familiar disebut misi budaya, di Seougju, Korea. Sifat impulsif saya langsung keluar dan saat itu juga langsung daftar untuk ikut acara itu. Meskipun saya gak suka Korea dan gak pernah ada niat mau kesana, tapi yang saya kejar adalah misi budayanya. Buat komunitas tari sebenernya acara misi budaya lebih familiar saat di bangku kuliah, tapi berhubung saya ga gaul di kampus saat kuliah saya ga pernah tau ada kegiatan2 macem gini. Keinginan kuat saya untuk resign punya pengalaman ikut misi budaya lah yang akhirnya membuat saya begitu impulsif ikutan acara ini sehingga keinginan saya untuk resign jadi teralih.

Kontingen Indonesia mengirim 3 tim, 1 dari Bandung dan 2 dari tim kami yang masing-masing membawakan 1 tarian yaitu Tari Piring dari Minang dan Tari Enjot-Enjotan dari Betawi. Kami punya waktu 2 bulan untuk latihan. Awalnya saya lebih berkeinginan untuk membawakan tari piring karena saya lihat tari betawi terlalu mudah, tapi karena tari betawi butuh berpasangan sedangkan hanya ada 3 pria di tim kami, jadilah ketiganya harus ikut tari betawi. Saat mulai latihan, saya kapok karena menganggap tari betawi mudah, ternyata itu hanya ilusi, susahnya kebangetan karena musiknya sulit dijadikan patokan. Again, karena saya gak punya basic nari, meskipun sudah 2x ikut Indonesia Menari, saat workshop tari betawi yang mana cuma 1 hari full, saya keteteran, malu banget karena gerakan saya kaku, kalah sama ondel-ondel.

Setelah melewati serangkaian latihan, diomelin berkali2 karena gerakannya salah mulu apalagi bagian langkah gatot kaca, lutut lebam karena harus sleding berkali-kali, gerakan selancar yang ga selancar namanya, bagian detail yang selalu kurang (kurang rendah kuda2nya, kurang bungkuk, kurang chemistry, kurang galak, kurang senyum, kurang kompak, kurang ini dan kurang itu banyak lah) -bagian favorit saya adalah silat karena dari awal saya ga pernah salah, hahaha- akhirnya kami pun siap untuk tampil di kancah Internasional memperkenalkan budaya Indonesia. Sebelum tampil di Korea kami ada uji tampil dulu tampil di depan anak-anak asuhan Indonesia Mengajar, mereka tampak terhibur sekali dengan tarian kami.

Nah, acara misi budaya ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Awalnya saya gak niat puasa pas di sana karena musafir, tapi ternyata pas di sana saya kepikiran pemain bola yang muslim aja beberapa tetep puasa meski main bola, ditambah banyak peperangan terjadi di bulan Ramadhan dan mereka bisa tetep jaga puasanya, kenapa saya gak bisa padahal saya cuma joget-joget doank. Akhirnya saya memutuskan tetep puasa sepanjang festival budaya. Tapi tetap ada 1 hari saya gak puasa karena mau cobain juga pengalaman jalan-jalan di siang hari sambil bisa kulineran, hehe.

So, gimana keseruan saat di sana? Let the pictures speak...
Ini adalah saat acara pembukaan, di saat kontingen dari negara-negara lain sedang menyantap hidangan, kami foto2 aja ya kan daripada mati gaya. Di sini kami sengaja untuk kompak mengenakan kebaya bagi yang wanita dan batik bagi yang pria. Maafkan gaya temen-temen yang di lesehan, mereka terobsesi dengan ANTM.

tanpa disengaja, 4 orang dari kami kompak menggunakan warna yang sama, coklat

Festival ini berlangsung selama 5 hari, di hari pertama yaitu acara pembukaan kontingen Indonesia di pecah, ada yang tampil di panti jompo untuk menghibur lansia di sana, ada yang tampil di panggung sore harinya. Tim kami kebagian untuk menghibur ahjumma dan ahjussi di sana. Tari piring dibawakan dengan sangat hati-hati, untungnya ga ada piring yang jatoh dan pecah yang bisa membuat para aki dan nini terkejut dan jantungnya kumat, fyuhhh.

Saat nunggu azan Maghrib di hari pertama nih, kami pake count down segala di dalem bus, semacam norak, hahaha. Oh iya puasa di Korea kemarin jadi pengalaman baru buat saya karena untuk pertama kalinya saya merasakan puasa 16 jam; Subuh di sana jam 3.30 am, buka jam 7.30 pm. Jangan harap bisa denger azan dari Masjid di sana ya, karena masjid yang saya jumpai di Korea hanya ada di Itaewon yang merupakan daerah komunitas muslim.

Ini penampilan dari tim Bandung saat acara pembukaan, nama tariannya Mojang Priangan.
Hari kedua tiba yang merupakan hari pertama kami untuk tampil di panggung. Sambil nunggu bus datang, para wanita masih sibuk tusuk sana sini memastikan kostum dan segala propertinya tidak berguguran saat menari.

Indonesia itu gotong royong. Saya selalu senyum2 sendiri liat foto ini, hehe. Saat menunggu giliran tampil pun mereka masih disibukkan dengan touch up sana-sini. Seyogyanya pria memang tidak pernah dandan, saat misi budaya ini kami diharuskan untuk dandan sendiri, ya jangan salahkan kalau alis akhirnya ada yang seperti sinchan, gunung, ataupun ulet bulu., dan jadilah para wanita sibuk ngebenerin alis pria nya.

Agar penampilan sempurna, latihan lagi sebelum tampil. Entah kenapa saya dan Nadia mukanya jutek banget bak pasangan yang lagi berantem gara2 belanja bulanan kurang.

Foto dulu buat cover kaset "kumpulan tari tradisional nusantara"
Tim Piring yang pertama tampil sebelum tim Enjot. Selama latihan tari piring entah sudah berapa piring yang pecah, makanya tiap kali tim piring tampil saya selalu nervous takut ada piring yang jatuh dan pecah. Alhamdulillah sepanjang festival, tiap kali tim piring tampil tidak ada piring yang pecah, kalau hampir jatuh ada untung bisa dipegang kembali dengan begitu cekatannya sama temen kami, fyuhhh.

Kostum tari piring yang meriah, gerakannya yang lincah, dan musiknya yang kece parahh sukses membuat para tamu undangan terhibur. Suntiangnya didatangkan langsung dari Bukit Tinggi lho. Saya selalu suka dengar musik untuk tari piring ini, mulai dari saluang di bagian awal yang bikin hati sejuk sampai talempong yang bikin musiknya jadi makin energik.

Tibalah tim Enjot tampil, dengan gerakan "misi neng" yang saya karang sendiri istilahnya.

Tari Enjot-Enjotan ini adalah tari kreasinya Entong Sukirman yang menggambarkan tentang keseruan pergaulan muda-mudi Betawi yang gerakannya dipadukan dengan gerakan silat bagi prianya. Gerakannya didominasi oleh gerakan selancar, seperti apa itu gerakan selancar? Saya pun bingung jelasinnya.

Bagi prianya ada gerakan loncat saat wanita kasih gerakan kepret, ada juga gerakan sleding bagi prianya yang bikin kami bersyukur pada pencipta dekker yang bisa menghindari kami dari cidera lutut.


Saat festival ada 2 panggung dan ini adalah saat kami tampil di panggung utama, siap-siap gerakan langkah gatot kaca yang mana saya selalu salah dan gak kompak, hehe.

Lagi-lagi saya bingung kenapa mukanya galak banget ya itu harusnya kan senyum sumringah, atau mungkin karena lagi membelakangi penonton ya dan capek senyum mulu makanya nyolong nunjukkin muka sebenarnya, wew.

Selesai nari, kami kontingen Indonesia foto bareng.

Kalo yang ini anak-anak remaja Korea lagi pada dance, ternyata asik diliat juga
Di hari keempat ada parade, setiap kontingen jalan kaki sejauh 3 km sambil menari di 3 spot, salah satunya spot di atas. Kami pilih tari poco-poco yang mana paling mudah, karena kita ga ada latihan bareng dengan tim Bandung untuk parade ini makanya dicari tari yang paling sederhana yang bisa dilakukan bareng-bareng.

Parade diakhiri di panggung utama dan kami nari lagi di sini disaksikan sama walikota Seongju. Paling seru saat parade adalah kontingen Brazil dengan dandanannya yang luar biasa meriah, tapi bisa dibilang malkostum karena kostum mereka super sexy ditengah dinginnya udara Seongju saat itu. 

Selesai parade, acara dilanjutkan dengan closing ceremony oleh warga lokal Seongju. Yang saya suka festival ini benar-benar diikuti oleh semua umur dari anak-anak kecil sampai orang-orang tua yang masih aktif memainkan alat musik di atas. Ada juga acara tarik tambang yang mana tambangnya besar dan berat sekali, dan itu ditarik-tarik sama kami beserta seluruh warga yang ada di festival saat itu, seru sekali tanpa ada jarak dan kecanggungan satu sama lain.

Acara makin heboh saat ada salah satu band Korea, yang tak kukenal namanya apa, tampil dan semua orang, literally semua orang going crazy joget-jogetan. Bahkan ibu-ibu di foto itu "menggilir" 3 teman saya untuk berjoget bersama dia sepanjang lagu, energinya kuat banget mennn!! Jogetnya energik pula bukan joget selow kaya poco-poco.

Pemandangan cukup unik malam itu karena suasananya seperti konser dengan banyak orang berjoget bersama, ditambah berbagai kostum unik dari berbagai negara. Pernah liat gak orang pake suntiang joget-joget kaya lagi clubbing? Nah kurang lebih seperti itu lah suasananya. We were really having fun that night! Bahkan sampai di bus pun teman-teman masih asik joget-joget sambil nyanyi, ditambah lampu di bus yang dibuat meriah, semacam stress relief.

Sebelum pulang ke negara masing-masing kami sempet foto-foto dengan kontingen Thailand. Selain itu ada juga dari New Zealand dan Rusia yang juga hadir menyemarakkan Seongju Festival.


Nah, klo ini temen saya iseng membandingkan betisnya yang besar dengan betis kontingen Rusia yang super slim. Acara Seongju Festival di akhiri dengan city tour di hari terakhir dan setelah itu kamipun balik ke Seoul dan bersiap pulang ke Indonesia. Tapi karena saya extend jadi saya tetap di Seoul selama 3 hari berikutnya.

Meskipun misi budaya selesai, silaturahmi tetap terjalin donk. Ini adalah saat halal bihalal setelah lebaran kemarin. Misi budaya ini benar-benar memberikan pengalaman yang gak akan pernah saya lupakan. Saya selalu bangga dengan budaya Indonesia dan selalu bangga juga menceritakan tentang keunikan Indonesia dengan berbagai keragaman budayanya kepada orang-orang luar negeri yang saya jumpai ketika trip. I Love Indonesia 💗

Oiya kalau penasaran dengan videonya bisa diliat disini, kalau mau liat saya ada di tim Enjot mulai dari menit 11.10, please enjoy the show!

Friday, July 27, 2018

Blessed Friday

"Guys, fajri kecelakaan d sunter, ada yg bsa bantu ga?" Deg. "Siapa yang ngasih tau nih, bikin heboh aja", pikir saya saat itu.

Okay, so saya baru sadar ternyata dah lebih dari 5 bulan saya gak nulis di sini. Banyak peristiwa di 5 bulan itu pastinya yang pengen saya abadikan tapi ternyata kemalasan mendominasi, hingga akhirnya hari ini saya dapat kejadian yang mau saya jadikan sebagai pengingat saya tentang betapa Allah mencintai saya, si orang yang penuh dosa ini.

Pagi ini diawali dengan peristiwa bodoh, mulai dari telat bangun yang akhirnya bawa motor gak santai karna mau ada school visit, dan ternyata pas sampe sekolah saya salah sekolahan! Padahal malem sebelumnya saya udah cek berkali2 klo sekolah yang mau dikunjungin adalah SMAN 115 Jakarta. Sampe di sekolah itu saya nelpon temen yang udah sampe duluan untuk jemput saya di meja piket. Anehnya, pas dia nelpon balik bilang dia udah di meja piket kok saya gak liat dia, dia pun konfirmasi, "Kak Fajrie di SMAN 15 kan?", i was like "WHAT??? NOOO! Aku di SMAN 115. OMG OMG OMG" *tutup telpon*. Tarik nafas. Buka lagi chat di whatsap dan slack untuk liat nama sekolah yang sebenarnya, dan ternyata memang SMAN 15 Jakarta, bukan SMAN 115!

Jarak dari rumah ke SMAN 115 Jakarta aja udah 49 km (itu di Cilincing cuy!), dan gara2 telat bangun saya akhirnya bawa motor sendiri sampe tu sekolah. Setelah shock hilang, saya buka gmaps dan cari SMAN 15 Jakarta ternyata tu sekolah adanya di Sunter, 24 km cuy jaraknya! Sambil mengutuk kebodohan diri sendiri, dan sesekali ketawa2 sendiri ga jelas, saya pun menuju SMAN 15 Jakarta. Eh tapi dari perjalanan ini saya baru tau ternyata di Cilincing ada persawahan yang pemandangannya kaya di Jawa, dengan jalan kecil yang cuma muat 2 mobil, asri juga ternyata.

Sebagai orang Depok yang cuma tau daerah Jakarta Selatan, saya bener2 mengandalkan gmaps, jadilah hampir sepanjang jalan saya bawa motor sambil pegang HP. Kalau jaraknya sekitar 2-6 km lagi untuk belok, saya masukan HP di tas yang mana posisi tas saya di depan untuk menghalau angin. Ditambah tas saya tadi kondisinya penuh banget karna saya akan ke Jogja sepulang kantor, liburan cuy!

Di Sunter ternyata saingannya container dan truk2 besar, agak jiper juga sebenernya tapi pas liat di gmaps suruh lurus terus sejauh 2,4km kemudian belok kiri saya pun masukkan HP ke tas dan tancap gas berniat nyalip container di depan saya dari arah kanan. Kejadiannya begitu cepat, saat saya baru tancap gas dan ambil kanan, ternyata di depan saya ada pembatas jalan dan saya gak bisa menghindar, jadilah saya nabrak dalam kondisi ngebut. Saya jatuh dan terseret, bagian kiri badan saya jadi penopang dan saya lupa posisi motor saya saat itu, apakah saya ketiban motor atau motornya kelepas dari genggaman saya, saya ga inget. Saya cuma inget dada saya sakit banget dan saya sulit bernapas, sampe batuk2.

Berikutnya saya dikerumunin sama 8-10 orang, God bless them all! Mereka bantuin saya diri, bawain motor saya ke pinggir, beliin saya minum, dan setelah memastikan kondisi saya baik2 saja mereka pun melanjutkan perjalanan. Setelah mengabarkan temen kantor kalo saya gak jadi ikut school visit karna kecelakaan, dan istirahat sekitar 20 menit, saya lanjutkan perjalanan ke kantor di Kuningan untuk mengamankan motor dan berniat lanjut ke rumah sakit. Buka gmaps lagi, dan ternyata jaraknya 22km! Masya Allah, jauh,.. Karena rasa nyeri di dada dan bahu kiri saya semakin menjadi, mau gak mau saya harus melanjutkan perjalanan dengan hanya mengandalkan tangan kanan.

Saat mau ke rumah sakit Bunda di Menteng tiba2 di grup whatsap rame, "Guys, fajri kecelakaan d sunter, ada yg bsa bantu ga?". Kok kedengerannya parah amat, padahal saya udah di kantor posisinya saat itu. Jadi heboh, malesin, saya pun ngomel ke Mba Dinda kenapa dikasih tau segala ke anak2. Ya ternyata karena doi khawatir sih, dan mikirnya udah macem2 karna kecelakaannya di Sunter yang emang banyak container. Ternyata rasanya menyenangkan mengetahui banyak teman yang peduli saat kita ditimpa musibah.

Saat mau di rontgen saya bener2 takut, mikirnya udah macem2. Ini semua karena rasa nyeri yang luar biasa di bahu dan dada kiri saya, saya takut ada luka dalam, retak, patah, saya harus operasi, bakal ada bekas jaitan, dll. Panik. Setelah nunggu sekitar 30 menit hasil rontgen keluar dan Alhamdulillah ga ada retak, patah, ataupun luka dalam yang saya khawatirkan. Agak bingung si sebenernya kenapa ini sakit banget. Akhirnya saya disuntik untuk meredakan nyeri, dikasih salep dan obat pereda nyeri. Anehnya, kalau bergerak ini bahu kok kaya ada yang geser2 tulangnya bikin ngilu, ya semoga cuma perasaan aja.

Nah, kenapa judulnya Blessed Friday padahal saya kena musibah? Sebagai mana kematian, ternyata musibah juga termasuk sebaik-baik pengingat. Kalau saya ingat-ingat lagi kecelakaan tadi pagi, saya merasa kondisi saya sekarang benar-benar keajaiban. Saya gak ada luka luar sama sekali dengan benturan sekencang itu, terseret pula, tidak ada darah sama sekali. Sebagai orang yang takut sama darah, ini benar2 hal yang saya syukuri karena kecelakaan ini tidak mengharuskan saya untuk dijait ataupun ngeliat darah saya sendiri. Saya kecelakaan di daerah yang banyak container bahkan yang saya salip adalah container, dan bisa saja saya kelindes container kalau dibelakang saya kondisinya tidak kosong seperti tadi. Motor saya pun gak rusak. *saya inget setelah kejadian saya tepok2 motor saya sambil ngomong "you did great, buddy!", motor saya udah kaya temen buat saya, kadang saya ajak ngomong, hahaha.* Hasil rontgen pun menunjukkan ga ada luka dalam. Alhamdulillah wasyukurillah, hanya itu yang berkali-kali saya ucapkan, saya benar2 merasakan kasih sayang Allah meski saya berlumur dosa. Allah benar2 menjadikan ini sebagai pengingat buat saya untuk tidak kufur terhadap nikmat2 yang Dia berikan.

Hikmahnya dari kejadian ini ada banyak, gak semua bisa saya tulis disini. Paling simple adalah kejadian ini akan mengubah kebiasaan tidur saya. Sebelumnya saya lebih sering tidur menghadap kiri, tapi karna kondisinya begini, saya ga mungkin lagi tidur menghadap kiri. Allah mau saya menghidupkan kembali sunnah ketika tidur yaitu menghadap kanan. Semoga Allah senantiasa menjaga kita ya guys, dan hati-hati berkendara! Ciao!

*perasaan paling ga enak adalah ketika saya harus cancel ke Jogja padahal udah janji mau jadi driver buat temen2 di sana, karna saya cancel mereka pun kebingungan cari driver pengganti, maaf ya kawan :'(

Saturday, February 10, 2018

Temuan Baru tentang Diri Sendiri

Menyambung tulisan di postingan ini tepatnya di poin 3, saya akan cerita lebih banyak tentang fakta baru yang saya baru temukan di 3 tahun terakhir. Sebenarnya banyak hal yang baru saya sadari tentang diri saya, sepertinya momen mengenal diri sendiri berawal sejak ikut Indonesia Mengajar. Di pelatihan selama 2 bulan itu kita dituntut untuk mengenal diri kita sendiri dengan segala potensi dan segala macam trauma dan permasalahannya dan tentu menyelesaikannya. Intinya adalah kita harus selesai dengan diri kita sendiri dulu supaya kita bisa total dalam melakukan tugas kita di daerah penempatan.

Nah, salah satu fakta baru yang saya temukan tersebut dan akan saya bahas lebih detail di sini adalah tentang kesukaan saya terhadap seni, baik itu seni suara, seni sandiwara, dan tentu saja seni tari. Seperti yang saya sebut di postingan sebelumnya bahwa masa sekolah sampai kuliah saya lebih terpaku ke organisasi dan aktualisasi dalam seni pun jadi tak tersalurkan. 

Pertama kali saya memberanikan diri tampil di depan umum untuk nari adalah saat acara Forum Indonesia Muda, tepatnya saat malam pentas seni. Disitu saya membawakan tari piring, tentu yang basic ya, tapi tentu pake piring beneran bukan piring kertas buat acara ulang tahun. Saya grogi, sebelum tampil tangan sempet basah dan khawatir banget piringnya jatuh dan pecah dan saya harus bayar ganti rugi. Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan setelah itu saya merasa "kok seru ya? kok ternyata saya cepet hafal gerakan? apa ini bakat ya?". Jadilah sejak itu saya ikutan FIM Art dan sempet nari indang di UNJ, dan belajar sedikit tari Saman meski belom sempet ditampilkan.

Saat pelatihan Indonesia Mengajar saya sempet diajarin tari Saman, dan kami tampil menghibur masyarakat di Jatiluhur saat acara Maulid Nabi. Di Papua, saya juga sempet mengajarkan tari Saman tersebut ke siswa-siswa saya dan mereka tampil mengagumkan di kecmatan saat pentas seni setelah Ujian Nasional. Pulang dari Papua saya pun makin ketagihan, dan makin memberanikan diri ikut seni yang lain, jadilah saya ikut Drama Musikal Rentak Harmoni. Main di drama musikal dan tampil di depan ribuan orang di Taman Ismail Marzuki? Mennnn, ini sesuatu yang bener2 gak pernah melintas di pikiran saya sebelumnya, and i did it and i loved it!

Sebenernya yang memotivasi saya ikut berbagai kegiatan tersebut adalah kebosanan terhadap rutinitas kantor dan rasa penasaran saya terhadap hal-hal yang baru. Pengalaman berkesan berikutnya adalah saat ikut Indonesia Menari 2016, ini videonya:
Saya ingat sekali saya sedang di puncak kebosanan sampe mikir mau resign saat itu, dan kegiatan ini sukses jadi pengalih dan membuat saya sadar bahwa saya emang gak bisa diem aja saat weekend, harus ada kegiatan supaya saya gak bosen. Karena Indonesia Menari ini latihannya setiap weekend jadilah pas.

Setelah Indonesia Menari, saya diajak untuk membawakan tari Saman di nikahan temen kami, yang kebetulan jadi pasangan menari saya saat ikut Indonesia Menari, tentu saya mengiyakan. Selama latihan saya taunya ya saya akan tampil di nikahan temen, udah itu aja, saya bahkan gatau pasangannya siapa. Tapi pas hari H dan udah sampai di gedung, kok ya karangan bunganya banyak banget, saya tanyalah temen saya "Suaminya Nadia anak pejabat ya?", temen saya dengan datar jawab "lah kan suaminya anak Aher, gubernur Jabar". "Mati gua", batin saya. Mulai panik karena bakal banyak pejabat penting yang datang, dan bener, bahkan ada Jokowi, JK, SBY, eyang Habibie, Bima Arya, dll. Ini video saat kami tampil:
Overall, pertunjukkannya berjalan lancar, ada kesalahan2 gerakan kecil tapi masih bisa ditolerir lah, hahaha.

Dan ini yang terbaru, November tahun 2017 yang lalu saya ikut lagi Indonesia Menari, kali ini lebih eksentrik kostumnya, saya suka banget! Kostum kami ala Jawa campur modern, dan mukanya Joker, jadilah seperti ini:
Nama grup kami aslinya Abiwara, tapi karna gerakannya ambisius dengan banyak formasi jadilah namanya Ambiwara. Meski kelompok saya gak menang di tahun 2017 ini tapi yang penting happy lah karna selain teman saya di kelompok lain berhasil juara 2 dan juara favorit, saya juga ngerasa bebas banget berekspresi karna ga ada yang kenal saya dengan muka kaya gitu. Dan ini videonya:

Setelah kegiatan ini saya belum ada kegiatan lain yang berhubungan dengan seni, jadilah saya lebih sering menghabiskan waktu browsing sana-sini di youtube tentang tarian dan ini adalah video favorit saya tentang tarian dari Georgia yang atraktif banget dengan segala gerakan ekstrimnya:
 "Insane!", itu reaksi saya pertama kali liat tarian ini. Gak kebayang latiannya kaya apa, seru sekali diliat tapi pasti berat banget latiannya.

Oh, selain tari-tarian saya juga suka banget tentunya dengan seni musik, dan ada 3 favorit saya yang selalu saya dengar tiap malam di beberapa minggu terakhir;
1. Angelina Jordan
Ini anak sepertinya reinkarnasi dari penyanyi jazz yang udah pernah meninggal, Amy Winehouse? Saya ga terlalu ngerti genre musik, apalagi jazz, tapi pertama kali denger Angelina nyanyi saya langsung tergila-gila. Dia juga unik, setiap tampil dia selalu nyeker alias gak pake alas kaki. Itu karena dia pernah bertemu seorang anak tunawisma di salah 1 negara berkembang, dan Angelina kasih sepatunya ke anak itu. Jadi semacam campaign gitu aksinya di atas panggung, sebagai solidaritas kepada anak-anak di belahan dunia lainnya yang bahkan untuk beli sepatu saja gak mampu. Masih kecil tapi hati dan pemikirannya udah dewasa banget, reinkarnasi?

2. Mohamed Tarek
Lagu "Ramadan" karya Maher Zein adalah salah 1 lagu favorit saya sepanjang masa, begitu syahdu dan bener2 bikin rindu dengan bulan Ramadhan. Dan, saya baru aja menemukan video ini, Mohamed Tarek mengcover lagu Maher Zein dengan suaranya yang luar biasa bikin merinding, jadilah ini lagu "candu" baru bagi saya.

3. Atouna el Toufouli

Lagu ini tentang anak-anak korban perang di Syria yang berusaha menyuarakan suaranya kepada dunia bahwa mereka hanya anak-anak, yang juga ingin bermain dan melewatkan masa kanak-kanaknya dengan damai. Dengarkan dan ceritakan sendiri gimana perasaanmu setelah denger lagu ini. I'm speechless.

Begitulah, postingan ini agak random di bagian akhir sepertinya, hahaha.

Friday, February 2, 2018

Tentang IELTS

Kali ini saya mau cerita tentang proses saya ikut ujian IELTS. Dimulai dari tahun lalu ketika saya putuskan untuk ikut IELTS Preparation di IALF yang kemudian saya sesali untuk memacu semangat cari sekolah, saya pun ikut kursus 2 bulan. Setelah itu saya tidak langsung ambil ujiannya karena saya masih merasa belum siap. Tiga (3) bulan berlalu akhirnya saya putuskan untuk ikut ujiannya, siap ataupun gak siap ya harus disiapkan. Jadilah saya mendaftar dan saya punya waktu 17 hari untuk persiapan.

Selama 17 hari itu saya maksimalkan usaha saya, apa aja persiapannya:

  1. belajar setiap hari dari jam 3 pagi sampai jam 7-8 pagi, setiap hari kecuali weekend.
  2. fokus di listening dan reading dengan banyak berlatih di situs ini: ieltsonlinetests.com
  3. dipinjemin buku sama Kak Pipit yang bagus banget, ada teori dan soal latihan
  4. nonton youtube untuk referensi speaking
  5. belajar bareng teman
  6. buka-buka lagi contoh writing dari pengajar di IALF
Untuk poin pertama, saya sampe bela2in menolak ajakan nongkrong dari teman selama 2 minggu itu, supaya bisa pulang cepet, langsung tidur dan bisa bangun jam 3 pagi. Untungnya juga jam kerja di kantor fleksibel, bahkan di h-2 saya memilih work from home dan akhirnya malah jadinya belajar buat IELTS hampir seharian, tapi tentu saya kompensasi waktu kerja saya dengan hari lain, atau di malam harinya.

Poin kedua, ini kuncinya; berlatih! Cara saya belajar di situs itu:
  • listening: kerjakan soal dulu sampai selesai dan muncul skornya. Setelah itu saya mendengarkan lagi audionya sambil melihat transcript yang disediakan, dan mengucapkan ulang dialognya mengikuti audio. Tips ini saya dapet dari temen saya, Afin, katanya selain kita jadi tau cara pengucapan per kata, ini juga bisa bantu perlancar speaking kita, karena kalimat-kalimat yang digunakan pastinya benar secara grammar.
  • reading: kerjakan soal sampai selesai dan muncul skornya, kemudian lihat pembahasan. Di sini saya beberapa kali ubah strategi. Dari dulu metode saya kalau reading adalah skimming terlebih dahulu, kemudian baca soalnya. Saya ganti strategi dengan baca perlahan-lahan dan dimengerti, baru kemudian mengerjakan soal, dan hasilnya memburuk! Ada tips yang bagus dari pengajar saya di IELTS, baca skimming sambil underline kata-kata yang penting. Semoga yang di-underline muncul di soal, jadi gak perlu lama cari-cari jawabannya. Setelah tau soalnya, dan letak jawabannya di paragraf mana, baru baca perlahan supaya gak salah jawab.
Selama saya berlatih saya selalu mencatat perkembangan skor saya, yang ternyata fluktuatif parah! 
Saya sempet merasa lelah, bosan, dan pastinya frustasi, ini kok ya udah belajar tiap hari tapi nilainya gak kunjung stabil. Saking stressnya saya sampe update status di whatsap pake meme2 qosidah yang sangat menggambarkan perasaan hati saya. *tahan,, tahan, jangan dipost di sini.

Poin ketiga, thanks to kak pipit yang udah pinjemin bukunya dari Cambridge untuk persiapan IELTS, it helped a lot sama kaya situs ieltsonlinetests.com.

Poin keempat, untuk speaking saya banyak nonton dari youtube, saya subscribe channel ini: AE Help. Di channel tersebut saya belajar bukan hanya speaking, tapi juga writing karena penjelasannya cukup komprehensif untuk bagian writing. Saya juga sering buka channel ini: Learn English with Emma. Tips dan trik untuk speaking-nya sangat membantu bagi saya. Saya menomoduakan speaking dan writing, makanya saya belajarnya hanya menjelang tidur, saya cari video speaking yang nilainya 8-9 untuk jadi referensi saya, gimana si cara speaking yang bagus. Jadi guys, utilize youtube dengan baik, semua ada di situ, ga perlu kursus mahal-mahal.

Poin kelima, belajar bareng temen. Ini untuk cari semangat kalau kalian gak bisa belajar secara mandiri, jadi setidaknya kalau udah belajar bareng kan mau gak mau belajar tuh, mengerjakan soal bareng-bareng. Biasanya saya belajar listening, reading, dan speaking tentunya. Tapi ini gak terlalu rutin juga sih, ga ada seminggu sekali saya belajar bareng.

Poin keenam, selama saya les di IALF menurut saya yang cukup bermanfaat adalah bagian writingnya, dikasih kosakata yang harus dihindari, kemudian cara buat tulisan untuk setiap jenis soal. Karena di IELTS bagian writing ada 2 part, nah di Part 1 ada berbagai tipe soal yang cara menjawabnya pun beda. Mau tau lebih detail, yuk belajar bareng! Saya dengan senang hati kasih foto kopi materi yang saya dapet ke kalian.

Akhirnya saat ujian pun tiba! H-1 saya masih belajar sampai jam 8 malem, setelah itu langsung tidur supaya esok harinya segar. Saya ambil ujian di IALF karena berdasarkan review dari berbagai blog di sini tempat yang paling nyaman dan well organized meski pengawas ujiannya galak banget. Tips saat ujian: kalau pengawas sudah suruh stop, please STOP! Kalau tidak, lembar jawaban kalian akan dicoret dan gak akan diperiksa, itu menyakitkan men! Bahkan saat saya ujian ada 2 orang yang kena coret, gara2 mereka masih nulis selang 2-3 detik saja setelah si pengawas nyuruh STOP, so jangan main2 guys, they really mean it!

Ketika ujian berakhir saya pun stress, gimana nggak, ada 1 section di listening yang saya skip, tiba2 saya kehilangan konsentrasi di section 2 di 6 nomor terakhir. Bagian reading pun saya merasa tidak maksimal. Apalagi di speaking, bagian yang awalnya sangat saya andalkan. Di part 2 saya dapet tema yang aneh, saya pun bingung mau cerita apa, di part 3 saya ngerasa ngomong saya ngalor ngidul dan gak ada koherensi sama sekali. Bagian writing yang justru saya merasa yakin karna temanya menarik, saya merasa saking buruknya listening saya, bisa jadi hasil writing ini akan lebih baik dibanding listening. Saya terus kepikiran sampe rumah, dan memilih untuk tidur. Tapi setelah itu saya sadar, saya sudah melakukan usaha terbaik saya, sudah belajar intensif selama 2 minggu dengan keras, jadi hasilnya semua saya serahkan ke Allah, saya pasrah, tawakal.

Setelah penantian yang penuh kecemasan selama 2 minggu akhirnya hasilnya pun keluar. Target saya adalah overall 7, tapi logika saya mengatakan sulit apalagi di bagian listening yang ancur banget. Karena saya gak di jakarta, saya pun cek hasilnya secara online, and here is the result:

Saya kaget, hasilnya diatas ekspektasi saya, jauh di atas khususnya bagian listening dan reading. Semua perkiraan saya salah, hasil listening yang ancur, hasil writing yang lebih bagus dari listening, speaking yang diandalkan, dan reading yang tidak maksimal, semua berbeda dari apa yang saya pikirkan. 

Nah, dari sini ada beberapa pelajaran yang saya dapet:
  1. Kita ga akan pernah merasa siap untuk ujian sampe kita memaksakan diri untuk daftar ujiannya dulu. So, daftar aja dulu supaya ada motivasi besar untuk menyiapkan ujiannya.
  2. Disiplin diri dan fokus adalah kunci, jangan cheating dalam prosesnya.
  3. At the end memang yang paling besar adalah kekuatan doa, dan tawakal, setidaknya itu pendapat saya. Terlihat dari perkiraan2 saya yang salah, dan bahkan selama latihan2 soal saya gak pernah dapet skor 8 baik untuk listening ataupun reading, jadi saya yakin itu hasil dari doa saya dan teman2 saya.
Dan, ini bukan akhir men! Ini masih awal banget dari perjuangan2 berikutnya. Yang paling penting, semoga postingan ini bisa membawa manfaat bagi teman-teman yang sedang mempersiapkan IELTS. Semangat!

Saturday, January 27, 2018

Depresi

Di tulisan kali ini saya mau cerita tentang kejadian yang saya alami sekitar bulan November-Desember yang lalu, yep, depresi. Saya akan ambil beberapa sumber tentang hal ini supaya setidaknya ada ilmu yang bisa dibagi di blog ini. Ada 3 hal yang perlu diketahui tentang depresi; definisi, gejala, dan treatment-nya.

Pertama tentang definisi, American Psychiatric Association mendefinisikan depresi sebagai berikut:
"Depression (major depressive disorder) is a common and serious medical illness that negatively affects how you feel, the way you think and how you act. Fortunately, it is also treatable. Depression causes feelings of sadness and/or a loss of interest in activities once enjoyed. It can lead to a variety of emotional and physical problems and can decrease a person’s ability to function at work and at home." *

Berikutnya, apa sih gejala-gejalanya? **

  1. merasa helpless dan hopeless, seakan keadaan gak akan pernah menjadi lebih baik lagi, it's getting worse and worse. Nothing can be done to improve the situation.
  2. kehilangan gairah hidup, ga ada lagi kesenangan2 bahkan ketika kita melakukan hobi yang kita suka sekalipun, gak peduli sama apapun lagi.
  3. selera makan berubah, bisa jadi hilang sama sekali atau bahkan bertambah tak terkontrol, akhirnya berpengaruh ke berat badan juga.
  4. perubahan pola tidur, bisa jadi gak bisa tidur sama sekali atau bahkan tidur terus kerjaannya.
  5. mudah marah dan merasa terganggu, jadi kaum sumbu pendek yang istilahnya senggol sedikit bakal kena bacok.
  6. kehilangan energi, merasa lemas sampai2 tugas kecil pun jadi terasa berat banget dan butuh usaha keras untuk menyelesaikannya.
  7. membenci diri sendiri, perasaan ini begitu kuat, menganggap semua kesalahan ada pada dirinya, bahwa dirinya tidak pantas untuk bahagia, merasa bersalah dan terus menerus mengutuk diri sendiri.
  8. bertindak nekat dan ga peduli sama keselamatan sendiri, nyetir jadi ugal-ugalan contohnya.
  9. sulit berkonsentrasi, jadi sering lupa dan gak bisa bikin keputusan, serba ragu dan takut salah
  10. rasa nyeri dan sakit yang ga bisa dijelaskan, bisa terjadi di kepala, perut (paling sering), hati, dan lain-lain.
Terakhir, untuk cara menanggulanginya, hmmm,, ini yang saya gak ngerti. Saat saya depresi saya baca banyak hal mulai dari tips & trick, easy way to treat depression, dll, tapi saya ga kunjung membaik, ya bisa juga karna saya ga sungguh2 mempraktikkannya si. Salah satu treatment bisa dibaca di sini.

Penyebab depresi bisa banyak hal, dalam kasus saya itu terjadi karna akumulasi dari berbagai masalah, mulai dari pekerjaan (ini yang memicu), kemudian merembet ke masalah2 personal lainnya.

Dan ini adalah catatan singkat yang saya buat saat itu, saat saya dipuncak depresi.


==================================================================
Ketika diri ini diliputi maksiat
hati terasa begitu berat
sedikit-sedikit menghela nafas panjang
berulang dan berulang lagi
kepala sakit, pusing
perut mual, rasa ingin muntah
i'm at the my lowest point right now
i don't know how to live my life
i can't believe it affects me this bad
it's a combination between my failure both in work and in life
Life? yes, i committeed so many sins, it affects my life for sure
i become sooo sensitive, self doubt, inferior, i'm no longer positive
i take everything as my fault, as my weakness
i have no power, no dignity, i don't deserve to be happy
i'm depressed, i'm so depressed
==================================================================

Bagi saya pribadi, saya ga bisa menyembunyikan perasaan dengan baik, segala macam emosi pasti keliatan dari muka saya, dan itu ga enak. Karna temen2 kantor jadi sering nanyain "kenapa", "muka lu suntuk banget, kenapa?" "are you okay?" dan lain-lain. Tentu saya ga bisa cerita semua, paling yang berkaitan dengan kerjaan aja yang saya ceritain.

Saat itu dengan konyolnya saya bisa nangis tiba-tiba, bahkan nonton ipin-upin aja saya nangis. Yang paling ga enak adalah rasa sesak di dada, dan rasa kosong, berkali2 narik nafas panjang yang cukup membantu untuk sekian detik, sampai kemudian rasa itu datang lagi.

Kenapa saya ceritain ini di sini, padahal ini kan memalukan. Beberapa hari yang lalu saya sharing dengan temen deket saya, kami sharing tentang our lowest point, dan bahwa saya ga tau kenapa rasa depresi saya hilang waktu itu. Dari situ saya mengambil kesimpulan, bahwa ya depresi itu akan hilang dengan sendirinya kok seiring berjalannya waktu, yang perlu kita lakukan adalah sabar, sabar, dan terus bersabar. Jangan biarkan pikiran2 bodoh, tentang perbuatan nekat yang bakal dilakukan, itu menguasai kita. Cara-cara di atas untuk treatment depression mungkin bisa membantu mempercepat prosesnya, tapi saya yakin istilah 'time will heal' itu betul kok, soooo, in the meantime, jangan berbuat konyol, mikir untuk suicide misalnya. Saat itu saya ga sampe mikir ekstrim kaya gitu, tapi niat untuk menyakiti diri sendiri itu ada, perbuatan nekat2 itu ada, bawa motor kebut2an ga peduli sama nyawa.

Saat itu nafsu makan saya ga beraturan, pola tidur saya pun begitu, oh iya saya berusaha lebih dekat dengan Tuhan pastinya, minta ampun, minta bantuan, tapi ada rasa marah juga saat itu, kok ya ini segala macam masalah datang bertubi-tubi. Istilah "there is a rainbow after the storm" itu ga saya rasakan, yang ada "more and more storms was keep coming". Alhamdulillah, meski perasaan negatif terus berkecamuk, saya memilih untuk gak berputus asa sama Allah. Dan ternyata benar, ibarat malam, di saat malam mencapai puncak kepekatannya, saat tergelapnya, itu adalah pertanda bahwa sebentar lagi akan terbit fajar, akan datang cahaya.

Teman saya waktu itu kasih nasihat, bahwa kegagalan saya saat itu adalah karena faktor yang tidak bisa kita kontrol, itu karna ada faktor eksternal -masalah pilkada-. Meski awalnya saya masih gak terima, karena semua rasa lelah saya bekerja hampir 1 tahun lamanya untuk project ini muncul ke permukaan, saya merasa super lelah, kecewa, dan marah. Tapi lama kelamaan saya mencerna dan menerima nasihat teman saya itu, dia benar dan itu bukan kesalahan saya. Sepertinya itu titik awal saya mulai sembuh, dan proses untuk menerima nasihat itu gak sebentar. Selesai dengan masalah kerjaan, masalah personal pun mulai membaik, gak akan sepenuhnya normal kembali tapi ya membaik lah.

Jadi intinya apa si? Intinya ketika merasa depresi, sabar lah semua itu bakal berlalu kok. In the meantime, cari temen ngobrol, ceritain masalahmu dan bisa jadi dari temenmu itu akan muncul nasihat yang bisa menjadi titik balik atas depresimu. Membenci dan menyalahkan diri sendiri menurut saya adalah kunci yang membuat depresi, jadi temukan alasan yang bisa meyakinkan dirimu bahwa ini semua bukan salahmu. Terakhir dan tentu yang terpenting, jangan pernah putus asa dalam berdoa. No matter what, keep praying, gak apa2 kalau kualitas ibadahmu menurun, jelek dan ga berkualitas, just keep doing it. Saya mengibaratkan orang depresi itu seperti  orang yang sedang berada di persimpangan jalan, either you die or you reborn. Nah, saat reborn, ketika dalam proses penyembuhan dari depresi kita meninggalkan Tuhan maka bisa jadi kedepannya ia ga akan percaya Tuhan sama sekali, insha Allah begitu juga sebaliknya. Sekian dan semoga ada manfaatnya.



sumber:

*) https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression 
**) https://www.helpguide.org/articles/depression/depression-symptoms-and-warning-signs.htm

Tuesday, January 23, 2018

New Year, New Spirit?

It's been a year guys! well, almost actually. Hampir setahun gak ngeblog, setiap kali pengen ngeblog selalu teringat utang postingan tentang trip ke Turki, akhirnya ga jadi jadi. Sekarang biar rajin ngepost lagi, saya pun melunasi postingan tentang Turki. Well, belum lunas sepenuhnya si, tapi setidaknya ada 3 postingan baru lah dari terakhir catatan saya saat di Cappadocia.

Okay, ada kabar apa nih setahun gak udpate di sini?

  1. Saya masih di Quipper, okay tahun ini akan jadi tahun keempat saya kerja di sini. Kalau ditanya bosen gak? Bohong klo bilang ga ada bosennya, bosan pasti ada tapi karna selalu ada hal baru yang bisa dikerjakan di Quipper jadi saya bisa bilang kalau saya belum bosan-sampe-ingin-resign selama kerja di sini. Tahun baru diawali dengan berita ga menyenangkan, 6 orang resign, pfftt, sedih si, tapi ya semoga mereka dapat kesuksesan di tempat barunya.
  2. No sosmed. Wow, saya ga nyangka bakal hiatus dari dunia sosmed selama ini. Udah hampir setahun saya hiatus dari Instagram dan Facebook. Baru2 ini saya terpaksa berbalas komen lagi di Facebook karna ada guru saya yang di Papua post komentar di foto saya, ga dibales ya ga enak kan, jadilah tu foto saya malah tersebar kemana2 sampe ke grup whatsap kantor 😔
  3. Saya menemukan fakta baru tentang diri saya sendiri, ternyata saya suka seni. Kesibukan saat kuliah membuat saya gak total dalam aktualisasi diri, jadilah pas kerja saya baru ada waktu untuk eksplorasi tentang diri saya. Saya memberanikan diri ikutan drama musikal (klo ini 2 tahun lalu), dan dari situ ternyata saya baru sadar klo saya suka tari khususnya tari tradisional. Tercatat udah 2x ikut Indonesia Menari, dan 1x nari di nikahan orang, tepatnya nikahan anak Gubernur Jabar kang Aher, pertama kali nari di nikahan orang diliatin para pejabat pula, sebut saja presiden.
  4. Kursus IELTS, hmm, dalam rangka persiapan cari S2 dan beasiswa ke Eropa, saya mulai take action dengan ikut kursus IELTS di IALF. Sejujurnya saya menyesal, bukan bermaksud menjelekkan tapi memang metode kursusnya gak sesuai dengan ekspektasi saya. Bagi sebagian orang mungkin metode ini efektif, tapi yaah, tiap orang punya ekspektasi yang beda kan. Jadi lah setiap ada temen mau kursus di IALF saya ajak ngobrol, mending hayok kita belajar bareng daripada keluar uang sampe 5 jt untuk kursus 2 bulan.
  5. Depresi. Akhirnya saya tau rasanya depresi, gaenak banget men! Hmm, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, tapi itu terlalu privasi untuk dibagi. Sekitar 1 bulan saya berada di titik terendah dalam hidup, gelisah, hati rasanya kosong, sedikit2 narik nafas panjang, bingung, mikir yang tidak2, dan banyak perasaan ga jelas lainnya yang ga bisa dijelaskan. Saya ga terlalu ingat kenapa akhirnya saya bisa lalui itu semua, mungkin ya karna masalah waktu aja. Jadi, buat orang2 yang lagi depresi, sabar aja, semua itu bakal berlalu kok, tetap sabar, sabar, dan sabar.
Baik, segitu dulu aja updatenya, nanti dilanjut lagi. Semoga kedepannya bisa bikin postingan lain yang tersisa tentang Turki. Ada apa aja? Masih ada catatan saat di Selcuk, Sirince, naik balon udara di Cappadocia, Bursa, Edirne, dan Istanbul! Hmmm, masih banyak pemirsa 😅

Secarik Catatan di Negeri Ottoman (Part 8)

Perjalanan ke Pamukkale sekitar 6 jam, awalnya kenapa saya beli tiket keberangkatan jam 3 sore dari Antalya itu karna mau liat sunset di Hierapolis, Pamukkale. Nyatanya, perjalanan lebih lama dari perkiraan, DAN cuaca mulai jelek alias ujan terus. Di Pamukkale ini kami tinggal dapet host di couchsurfing (CS), namanya Veli. Orangnya gak terlalu banyak bicara, tapi baik dan helpful banget, dia jemput kami dari tempat turun dolmus. Makan malam kami disediakan sama Veli, dia masak sendiri, dan sayur2annya (makanan wajib orang turki) diambil dari halaman depan rumahnya, hasil tanam sendiri. Dia juga ngasih kami oleh2 Turkish coffee setelah kami kasih oleh2 dari Indonesia, dan dia seneng banget dikasih oleh2 dari Indonesia, karna ini pertama banget dia dapet oleh2 khas Indonesia.
Veli in action - cooking dinner
Pagi hari kami bangun dan ternyata hujan deras, padahal kami hanya punya 1 hari saja untuk mengeksplore Pamukkale. Manusia punya rencana, Tuhan punya kuasa, maksud hati mau eksplore dari pagi apa daya hujan tak kunjung berenti (jadi kaya pantun). Alhasil kami baru keluar dari rumah jam 12 lewat sekian, dan itu menerobos hujan, dingin banget men! Veli nganter kami dengan motor metiknya ke gerbang Travertine, boncengan bertiga kaya cabe2an payungan pulak, hahaha. Kami hanya punya waktu sekitar 4 jam saat itu karna mau kejar kereta ke Selcuk sore harinya. Sedih mennn, Pamukkale terlalu cantik untuk dieksplore 4 jam saja, waktu ideal adalah seharian penuh untuk bisa bersantai di Pamukkale ini.
untung ada indomie pelipur lara ya Allah
pagi2 ujan deres bikin galau

persis kaya gini tapi male version 😂
bukit kapas penyambut kedatangan
Ada apa si di Pamukkale? Ada 2 tempat wisata yang berada dalam 1 kompleks di sini, Travertine dan Hierapolis. Kami harus bayar 40 TL terlebih dahulu untuk masuk ke tempat wisata ini. Travertine adalah kolam air hangat yang bentuknya berundak-undak, warna putih seperti salju hasil sedimen sulfur, dan kalau cuaca terik airnya terlihat berwarna biru, kontras dengan dinding kolam yang berwarna putih. Sedangkan Hierapolis adalah reruntuhan dari zaman Yunani yang tersebar di kompleks yang sangat luas, dan yang paling bagus tentu saja arena gladiator sekaligus theaternya. Theater ini bisa dibilang masih utuh, dibandingkan dengan reruntuhan bangunan yang lain.
kalau cerah si pemandangannya kaya gini 😖
karna gloomy dan dingin banget jadilah pemandangannya seperti ini

di beberapa bagian ada yang kolamnya kosong tak berair
barisan manusia menuju -atau -dari - Hierapolis
Untuk masuk ke komplek wisata ini ada 3 pintu, dari atas bukit yang mana kita bisa lihat banyak reruntuhan Hierapolis yang tersebar, dari tengah bukit dimana theater yang paling ikonik ini berada, dan dari bawah bukit, yaitu tempat Travertine si kolam air panas berdinding kapas (Travertine sering disebut juga cotton castle). Waktu itu kami masuk dari bawah, melewati Travertine yang sangat cantik terlebih dahulu. Saat melewati Travertine kita diwajibkan melepas alas kaki, karna takut terpleset. Kalau cuaca sedang tidak hujan, banyak yang berenang di kolam2 ini, tapi saat kami di sana meski dingin dan matahari tidak muncul, tetep aja ada yang berenang. Niat kami untuk berenang pun harus diurungkan karna gak kuat dinginnya, meski airnya hangat dan bikin nyaman *pasangan kali ah bikin nyaman*, tapi kalau udah keluar kolam dinginnya khan maen!
peta Hierapolis di atas Travertine
again, kalau panas, banyak yang berendem di sini...
Selesai menyusuri Travertine sampai ke atas, kami pakai alas kaki kembali dan mulai mendaki bukit untuk ke Theater sebagai ikon Hierapolis. Sepanjang pendakian kita disuguhkan bukit dengan permadani hijau rerumputan dan warna merah kuning bunga2 yang tersebar di atasnya, kalau saya bilang mirip penggambaran khas negri Eropa dengan bukit2 hijaunya dan bunga2 yang cantik. Sampai di theater saya kagum sekali melihat bangunan klasik ini, yang usianya sudah ribuan tahun tapi masih terpelihara kemegahannya. Oiya, sisi positif dari hujan ini adalah tempat wisatanya jadi sepiiii banget, serasa yang punya Hierapolis lah waktu di sana karna turisnya bisa dihitung jari. Theater Hierapolis ini katanya bisa menampung 15,000 orang dan biasa digunakan untuk pertunjukkan, gladiator, pertemuan, mirip gedung serbaguna gitu lah. Puas menikmati kemegahan theater, kami turun kembali melewati jalan setapak yang berbeda, dan masuk komplek Travertine lagi, jangan lupa lepas alas kaki bro!
reruntuhan arena gladiator diliat dari sisi belakang

bukit hijau penuh bunga, FYI yang jaket biru bukan princess syahrini

banyak reruntuhan sepanjang jalan
berkah hujan, bisa foto bebas tanpa kebocoran sosok manusia

the magnificent theater of Hierapolis
tempat wudhu *yakali 😑

Waktu cari rumah Veli kami kesasar, padahal rumah Veli tidak jauh dari gerbang Travertine, tapi emang dasar spasial saya jelek banget jadilah kami nyasar. Setelah dikirim location via google maps baru lah kami kembali ke jalan yang benar. Balik ke rumah Veli kami ambil tas carrier kami, dan diantar Veli ke tempat menunggu Dolmus untuk ke Denizli. Dari otogar Denizli kami nyebrang ke arah stasiun kereta, lari-larian karna waktunya udah mepet banget. Saya sempet tanya2 orang sekitar stasiun kereta pakai bahasa Turki, “tren istasyonu” tapi pada gak ngerti donk, pffttt, yaudah akhirnya ngikutin insting aja, Alhamdulillah sampai di stasiun kereta tepat waktu, dan kereta ke Selcuk sudah menunggu di peron.
bersama Veli si host pendiam yang pintar masak dan baik hati
Kereta di Turki ternyata jalannya lama sodara2! Pantes aja orang2 lebih memilih bus untuk transportasi antar kota, karna meski lebih mahal dari kereta tapi ya lebih cepat sampai. Beda banget ama di Indonesia yak, di sini justru kereta lebih cepat dan enaknya ada pilihan harga pula (ekonomi, bisnis, eksekutif). Keretanya standar lah menurut saya, tapi ya tetep si lebih bagus dari kereta Indonesia, hikss, bangkunya lebih nyaman. Tempat duduknya juga di sana bebas pilih, tinggal cari yang kosong aja, awalnya saya cari2 nomor di bangku, bolak balik dari 1 gerbong ke gerbong lainnya, sampai ada mba2 cantik yang kasih tau kalau kita bisa duduk dimana aja, duhh ojannn!
penampakan di dalam kereta
Perjalanan Denizli-Selcuk sekitar 2 jam 50 menit, oiya harga tiketnya 15 TL. Begitu sampai di stasiun kami jalan menuju host CS saya berikutnya, namanya Ibrahim. Waktu melewati terowongan di stasiun ini agak spooky juga, ga ada orang sama sekali, ‘untung saya ga sendiri’ pikir saya. Sebelum ke tempat Ibrahim kami makan malam dulu, waiternya friendly banget, dan seneng ketemu orang Indonesia, namanya Ismail, saya ama Malik ketawa2 sambil nebak2 pasti adeknya namanya Ishak, kami pun berselfie ria di sini. Selesai dinner, kami langsung jalan cari tempatnya Ibrahim, anyway selama di Turki kami banyak banget jalan kaki dari 1 tempat ke tempat lain, selain karna biar hemat budget jalan kaki di sini enak karna bisa menikmati pemandangan sekitar, bahkan ketika malam hari pun lightingnya memanjakan mata.
bersama Ismail yang seneng banget ketemu orang Indonesia katanya
Setelah lagi-lagi kesasar, sampai juga kami di tempatnya Ibrahim yang ternyata
adalah guesthouse, Anz Guesthouse namanya. Ibrahim, stranger paling baik dan paling helpful yang pernah saya temui seumur hidup, kenapa? Hmm, lanjut di postingan berikutnya aja dah, hehe.

bonus, meratapi jodoh cuaca