Hidup itu memang selalu penuh liku-liku, ada suka dan ada duka, hmmm, kok jadi kaya lagu. Anyway, minggu lalu saya mengalami kegelisahan yang amat sangat, sulit tidur, sampe akhirnya browsing sana sini gak jelas dan ketemulah artikel yang judulnya "ketika intuisi mengganggu ketenangan". Saya merasa bukan orang yang peka dan memiliki intuisi super, tapi saat itu saya seperti yakin, something bad will happen soon. Dan yak, ternyata benar. Gak sampai seminggu setelah perasaan gak enak itu datang, saya tiba-tiba dapet rejection letter dari Chevening. Tanpa keterangan dan alasan yang jelas kenapa saya gagal di seleksi pertama tersebut. Feeling saya sih karena reference letter yang terhitung lewat dari deadline, tapi sebenarnya gak juga, karena ada perpanjangan deadline untuk referee mengirimkan reference letter. Rejection letter tersebut saya terima 6 jam setelah referee pertama saya (bos di kantor) mengirimkan reference letter. Hmmm, what did you write about me on that letter, Yuta??? Hahaha, tentu kegagalan saya bukan karena reference letter tersebut. Keselnya lagi, pihak Chevening di dalam email itu bilang karena banyaknya applicants, mereka ga bisa kasih personal feedback tentang alasan kita gagal di tahap tersebut. So, sepertinya alasan kegagalan saya di Chevening akan jadi misteri selamanya.
Sedih gak? Pasti lah, apalagi ini kedua kalinya saya gagal dalam mendapatkan beasiswa, dan keduanya gagal di tahap pertama. Tapi, gak seperti biasanya, yang mana saya bakal sedih berlarut2 dan susah move on, kali ini saya ngerasa lebih selow sih. Mungkin karena di lubuk hati saya memang lebih pengen beasiswa yang lain kali ya, yaitu Erasmus Mundus. So, Erasmus bakal jadi harapan terakhir saya, pengumumannya akhir April. I don't know if I can bear another failure, that's why saya makin kencengin doa saya berharap saya bisa berhasil kali ini. Mohon doanya ya bagi siapapun yang baca blog ini.
Fa inna ma'al 'usri yusra. Innama'al 'usri yusra. Setelah kabar kegagalan tersebut, Allah memberi saya penghiburan, saya terpilih jadi Quipperior of The Month. Sebenernya agak malu ya kenapa baru dapet sekarang setelah 2 tahun (?) award ini ada. Alasan saya dapet award ini adalah karena saya led project Tryout, dan karena project ini, untuk pertama kalinya selama 4,5 tahun saya kerja di Quipper, saya pulang dari kantor jam 2 dini hari. Meski hanya berupa sertifikat, lumayan lah ya buat dipajang di CV, dan yak, lembur saya setiap hari terbayar sudah.
Update lainnya adalah, saya bakal ikut misi budaya lagi, kali ini ke Filipina. Awalnya saya nolak karena selain negaranya yang gak menarik menurut saya, biayanya juga mahal dibandingkan misi budaya ke Korea tahun lalu. Eh ternyata biayanya turun 40%, yaudah impulsifnya kumat deh. Katanya ini bakal lebih seru dibanding yang di Korea ya, let's see, saya udah ga sabar sik. Dannnn, misi budaya tersebut bakal berlangsung dari tanggal 25 April - 1 Mei. Yak betul, itu adalah masa-masa pengumuman beasiswa Erasmus saya. Sumpah ya tiap kali keingetan hal tersebut, saya langsung mual, saya gak tau apakah saya bakal tersenyum bersujud penuh syukur karena lolos atau bakal numb, bengong dan broken inside karena gagal lagi. Semoga aja yang pertama, jadi gak merusak mood saat di Filipina nanti. Amiinn..
Showing posts with label philippines. Show all posts
Showing posts with label philippines. Show all posts
Friday, March 1, 2019
Sunday, December 6, 2015
My Journey in Quipper
X: Iya betul, ini siapa ya?
F: Saya Fajrie pak dari Quipper.
X: Apa? Twitter?
F: Bukan pak, Quipper School.
X: Hah? Liverpool?
F: @#$^&*&^%$#@#$%
Malam ini habis berkunjung ke rumah salah satu sahabat kentel saya, Dea, saya jadi ingin cerita tentang pekerjaan saya di Quipper. Dialog di atas adalah dialog yang tidak cuma sekali saya alami saat saya pertama kali kerja di Quipper sebagai Customer Support. Yupp, setelah 1 tahun menjadi guru di Papua, saya yang sebelumnya adalah konsultan pajak akhirnya membanting stir mengikuti passion saya untuk bekerja di bidang pendidikan.
Quipper ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dengan menyediakan sebuah platform dimana guru-guru bisa memberikan tugas ke siswanya, semua materinya sudah ada dan sesuai kurikulum nasional, dan guru tidak perlu memeriksa tugas anak2 secara manual, tinggal download saja nilai siswa tersebut, dan itu semua GRATIS!! Efektif dan bermanfaat sekali bukan? Jadi guru punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan hal lainnya, khususnya tugas2 administrasi seperti EPUPNS, UKG, dll.
Saya tau tentang Quipper ini awalnya dari senior IM saya yang sudah lebih dulu kerja di Quipper, Petra namanya. Teman saya Mitha juga punya andil besar sampai akhirnya saya kerja di Quipper, karena dia yang memberitahu tentang kedatangan Manager Quipper dari Jepang ke Indonesia untuk interview. Karena Quipper tidak punya kantor di Indoneisa, jadilah interview di lobi hotel, lobi kantor, dan direstoran. Sialnya hari itu saya orang terakhir yang diinterview, sudah malam dan 3 tempat yang saya sebutkan tadi sudah tutup semua. Jadilah saya diinterview di luar ruangan, di teras kantor Sovereign Plaza. Itu adalah interview tercepat yang pernah saya alami, tidak sampai 30 menit dan saya sudah langsung diterima, Alhamdulillah.
*) karena interview di dalam ruangan sudah terlalu mainstream
Awalnya saya ragu mengambil tawaran ini karena kerjanya bukan di Indonesia, melainkan di Filipina, artinya komunikasi harus dengan bahasa Inggris. Tapi karena Setelah dijalani selama sebulan saya jatuh cinta dengan pekerjaan ini. Saya merasa sangat bermanfaat bekerja di sini karena saya yakin dengan manfaat produk perusahaan saya yaitu Quipper School, dan sayalah yang memandu para guru itu sampai akhirnya bisa memanfaatkan produk tersebut, rasa puas dengan melayani orang lain dan dapat memberi manfaat bagi orang lain cukup membuat saya bahagia. Bekerja dengan hati, ya, itu yang saya lakukan, dan ternyata benar yang orang2 katakan, jika kita bekerja dengan hati maka semua akan menjadi lebih mudah, pekerjaan pun tidak terasa menjadi beban.
Efek bekerja dengan hati sukses mengantarkan saya menjadi salah satu Top Performer di bulan pertama saya bekerja di sini :)
Sebagai sebuah start up company, lingkungan kerja di Quipper begitu dinamis. Tidak jarang business process bisa berubah dalam 1 hari. Banyak program percobaan yang dilakukan untuk melihat efektifitasnya dalam meningkatkan users. Alhamdulillah, saya dipercaya untuk menjalani dan memimpin pilot program yang akan diimplementasikan di Indonesia bersama dengan 2 rekan saya. Setelah 1,5 bulan program berjalan ternyata hasilnya sangat memuaskan, dan saya pun dipercaya untuk menjadi salah 1 dari 3 team leader saat itu.
Waktu terus berjalan dan Quipper pun berkembang begitu pesatnya sampai akhirnya titel CS hanya sebagai formalitas, dimana seluruh pekerjaan yang kami lakukan sudah jauh diluar job desc CS pada umumnya. Saat itu saya juga pada akhirnya dipercaya untuk ikut mengunjungi sekolah2 dan memberikan pelatihan di sana. Inilah yang saya tunggu-tunggu sejak awal, yaitu bekerja di luar kantor, bertemu dan berinteraksi langsung dengan para users. Kegiatan school visit semakin sering saya lakukan sampai keluar kota, Cirebon. Berikutnya kami diberi tantangan untuk melakukan road show ke beberapa kota untuk memperkenalkan produk baru kami yaitu Quipper Video, iya, yang ada iklannya di televisi itu :)
Makassar, Surabaya, Yogya, Medan, Bandung, lima kota itu saya kunjungi selama road show, memperkenalkan produk kami ke berbagai SMA di kota tersebut. Selama road show kami juga mengadakan meet up dengan para users, sebuah acara sharing dan silaturahim dimana saya hampir selalu jadi MC-nya. Sekarang saya sudah di tim yang baru, lagi-lagi sebuah pilot program yang kali ini sasarannya adalah para mahasiswa/i di kota-kota yang akan kami kunjungi, yaitu Semarang, Yogya, Malang, Surabaya, Bandung dan Makassar. Perasaan khawatir selalu ada saat saya dipercaya menjalani sesuatu yang baru ini, tapi Alhamdulillah sejauh ini sukses, mudah-mudahan kali ini pun akan sukses.
Jadi inilah saya saat ini, CS, team leader, trainer, sales, MC, bahkan event organizer yang menjalani berbagai event di beberapa kampus ternama. Yap, inilah resiko bekerja di start up company, harus bisa adaptif dengan situasi perusahaan yang begitu dinamis, dan harus bisa banyak hal serta akan belajar banyak hal. Seiring berjalannya waktu dan beragamnya pekerjaan yang saya lakukan di kantor, saya makin senang bekerja di Quipper. Dengan riwayat saya yang selalu ganti profesi tiap tahun, semoga kali ini saya bisa bertahan lama di kantor yang sekarang. Dan meskipun saat ini tim Quipper sudah banyak anggota keluarga baru, tapi tetap, formasi awal staf Quipper tidak akan pernah terlupakan, saat susah senang struggle di negeri orang, dan inilah formasi awal kami saat kick off dinner di Manila :')
Saturday, February 28, 2015
Pandangan Subjektif Seorang Turis: Part 3
Kalau di postingan pertama tentang Filipina saya membahas tentang transportasinya, postingan kedua dan ketiga ini saya asyik membahas keunikan negara ini. Masih ada hal-hal yang menurut saya unik di Filipina, diantaranya:
1. Budaya bebas yang bablas. Bicara tentang gaya hidup, di Filipina bisa dibilang copy-paste dari Amerika. Mungkin karena Amerika pernah lama ada di negara ini jadi hampir semua dicopy-paste. Kebebasan yang kebablasan, itu pendapat pribadi saya sih. Minuman keras dijual bebas dengan harga murah, panti pijat ++ merajalela, banyak pasangan tinggal bareng satu atap, jumlah mamah muda tak bersuami di sana banyak menn.
2. Basket, olahraga paling populer di negara ini adalah basketball, lagi-lagi Amerika. Kalau sedang ada pertandingan basket di TV, hampir pasti diluar toko-toko yang lagi setel pertandingan itu banyak berjejer masyarakat menonton dari luar toko. Bola kaki di sana kalah pamor dengan olahraga gaul ini.
3. Rambut lurus dan pirang, keunikan orang di sini sebagian besar rambutnya lurus tergerai sempurna, jarang banget saya melihat ada orang yang rambutnya kriting di sini. Selain lurus, cewek-cewek di sini banyak sekali yang mewarnai rambutnya, warna favorit pirang atau merah kecoklatan. Sangat Amerika. Bisa jadi ini karena saya tinggalnya memang di kawasan Central Business District Makati makanya wanitanya hobi mewarnai rambut, kalau di pedesaan saya yakin semua wanitanya berambut hitam alami.
1. Budaya bebas yang bablas. Bicara tentang gaya hidup, di Filipina bisa dibilang copy-paste dari Amerika. Mungkin karena Amerika pernah lama ada di negara ini jadi hampir semua dicopy-paste. Kebebasan yang kebablasan, itu pendapat pribadi saya sih. Minuman keras dijual bebas dengan harga murah, panti pijat ++ merajalela, banyak pasangan tinggal bareng satu atap, jumlah mamah muda tak bersuami di sana banyak menn.
2. Basket, olahraga paling populer di negara ini adalah basketball, lagi-lagi Amerika. Kalau sedang ada pertandingan basket di TV, hampir pasti diluar toko-toko yang lagi setel pertandingan itu banyak berjejer masyarakat menonton dari luar toko. Bola kaki di sana kalah pamor dengan olahraga gaul ini.
3. Rambut lurus dan pirang, keunikan orang di sini sebagian besar rambutnya lurus tergerai sempurna, jarang banget saya melihat ada orang yang rambutnya kriting di sini. Selain lurus, cewek-cewek di sini banyak sekali yang mewarnai rambutnya, warna favorit pirang atau merah kecoklatan. Sangat Amerika. Bisa jadi ini karena saya tinggalnya memang di kawasan Central Business District Makati makanya wanitanya hobi mewarnai rambut, kalau di pedesaan saya yakin semua wanitanya berambut hitam alami.
4. No plastic in Makati, ini aturan yang paling asik di wilayah khusus Makati. No plastic at all! Di mall kalau belanja harus bawa bag sendiri atau ya dikasih wadah dari kertas daur ulang berwarna coklat. Berasa di Amerika (kaya pernah ke sana aja), pulang dari mall gendong-gendong belanjaan yang dimasukkan di bungkusan kertas warna coklat. Peraturan ini dituangkan di peraturan daerahnya, diprint dan disebar di pusat2 perbelanjaan. Jakarta kapan nih Jakarta?!?!?!
5. Pistol, di negara ini terkenal banyak orang memiliki pistol, karena itu satpam di sana tidak cukup hanya bermodalkan pentungan seperti satpam di negara kita. Setiap masuk mall satpamnya akan memeriksa pinggang kita apakah bawa pistol atau tidak. Tapi selama di sana saya belum pernah melihat langsung orang yang membawa pistol, kecuali ya satpam itu sendiri yang dibekali dengan senjata.
6. Bank, terkait dengan kepemilikan pistol oleh masyarakatnya, keamanan di bank bisa dibilang sangat ekstra. Bukan pemandangan aneh lagi kalau satpamnya pegang senjata laras panjang. Saking menjaga keamanan, di pintu ada satpam yang bertugas membuka pintu bagi nasabah yang datang, dan dikunci dari dalam. Iya, dikunci-dari-dalam-setiap-ada-orang-masuk-dan-keluar. Ribet? Buanget. Tapi yah demi keamanan bersama harus dilakukan.
7. Ini yang paling menarik, accent! Kemampuan berbahasa Inggris orang Philippines bisa dibilang sangat baik, karena bahasa Inggris menjadi bahasa resmi kedua di negara ini. Bahkan tukang bubur, satpam, penjaga laundry rata-rata bisa berbahasa Inggris cukup baik. Rambu-rambu, segala aturan di gedung kantor, reklame di jalan, banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Orang di sini kalau berbicara suka dicampur antara bahasa Tagalog dengan Inggris, sehingga dikenal istilah Taglish. Ada yang lucu jika kita mendengar orang Filipina berbahasa Inggris, yaitu aksennya. Jika ada bahasa Inggris berakhiran –le, maka dibaca “ol”, contoh: apple=apol, table= tabol, simple=simpol. Huruf “a” dibaca bukan “ae” tapi “a”, contoh: black=blak, back=bak, lack=lak. Kata berakhiran –tion, dibaca “sion”, contoh: question=kuesion, activation= aktifasion, relation=relasion. Sama seperti orang Indonesia berbahasa Inggris lah, pasti kadang ada akses yang lucu, kaya aksen orang Sunda yang tidak bisa bilang “f” :p
sumber gambar:
http://trendsupdates.com/tobacco-alcohol-cigarette-brands-allowed-to-advertise-their-brand-extensions/
http://trendsupdates.com/tobacco-alcohol-cigarette-brands-allowed-to-advertise-their-brand-extensions/
http://vernoncroy.com/2434/2010-nba-sprite-slam-dunk-competition-betting-odds-preview/
http://www.newtress.com/index.php?route=pavblog/blog&id=51
http://havebusinessliveandworkinmakaticity.blogspot.com/2013/07/makati-city-says-no-to-plastic.html
http://designforfun.com/display.php?id=15
https://misfit120.wordpress.com/2014/07/25/instructions-on-how-not-to-rob-a-bank/
http://philbasiceducation.blogspot.com/2012/08/deped-k-to-12-teaching-math-and-science.html
http://www.newtress.com/index.php?route=pavblog/blog&id=51
http://havebusinessliveandworkinmakaticity.blogspot.com/2013/07/makati-city-says-no-to-plastic.html
http://designforfun.com/display.php?id=15
https://misfit120.wordpress.com/2014/07/25/instructions-on-how-not-to-rob-a-bank/
http://philbasiceducation.blogspot.com/2012/08/deped-k-to-12-teaching-math-and-science.html
Wednesday, February 25, 2015
Pandangan Subjektif Seorang Turis: Part 2
Menyambung dari postingan sebelumnya, masing-masing negara tentunya memiliki keunikan tersendiri, begitu juga dengan negara yang baru saya datangi yaitu Filipina. Sebagai seorang yang pernah tinggal hampir 4 bulan di sana berikut adalah hal-hal yang menurut saya adalah unik:
1. Sapaan, di Filipina seperti negara lainnya tentu memiliki kata sapa untuk orang lain. Jika di Indonesia ada abang-mpok, mas-mbak, uda-uni, pace-mace, dll, di Filipina ada kuya-ate, kuya untuk sapaan ke laki-laki sedangkan ate untuk perempuan. Gimana kalau Uya Kuya ke Filipina? Panggilannya jadi kuya uya kuya *sounds weird. Orang Filipina hampir selalu menambahkan kata "po" di akhir kata untuk menunjukkan kesopanan. Contoh: excuse me po, halo po, sorry po, thank you po, para po.
2. Pakaian tradisional di Filipina adalah baju barong, yang katanya terbuat dari serat nanas. Entah bagaimana cara buatnya, yang jelas baju ini mahal. Saya pernah mau beli untuk oleh-oleh, tapi harus diurungkan niatnya karena harganya di atas 1 juta semua. Ada juga yang murah, tapi karna katanya terbuat dari serat nanas khawatir kalau yang murah begitu malah gak awet dan berujung jadi bahan buat rujakan. Modelnya seperti baju koko tapi transparan sekali, jadi harus pakai baju dalam.
3. Balot, ini adalah makanan tradisional khas Filipina yang berkhasiat menambah stamina pria. Biasa dijajakan di pinggir jalan, ada juga yang berjualan malam-malam berkeliling menggunakan sepeda. Balot adalah telur bebek yang direbus, tapi bukan telur biasa karena balot lebih pas kalau disebut janin/embrio bebek. Telur bebek pada umumnya langsung direbus sebelum dieram oleh induknya, nah kalau balot ini adalah telur yang sudah berbentuk menjadi itik tapi belum sempurna. Sehingga ketika kita memakannya ada sensasi tulang, bulu, dan organ itik lainnya di mulut kita. Saya belum pernah mencoba makan barang ini, membayangkannya saja sudah membuat jijik, hehe. Saran orang Filipina bagi orang yang akan makan balot untuk pertama kali, makanlah di tempat yang gelap. Menurut teman saya yang pernah makan barang ini, setelah makan badannya langsung panas dan tidak bisa tidur. Makanya cocok untuk menambah stamina pria. WARNING: tidak baik dikonsumsi jomblo.
4. Antri, budaya antri di Filipina patut diacungi jempol. Kalau antri di atm, di bank, rumah sakit, itu wajar, tapi antri ketika mau naik kendaraan? Baru di Filipina saya melihat yang seperti ini. Mau naik LRT antri, mau naik angkot pun antri, antrinya bisa sampai panjang sekali. Antriannya pun rapi sekali satu persatu berbaris ke belakang.
5. Payung, di Filipina orang-orang bilangnya "payong" adalah benda yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap manusia di Filipina. Di sini bukan hanya ketika hujan orang-orang menggunakan payung tapi juga ketika panas matahari begitu terik. Uniknya, bukan hanya wanita yang menggunakan payung dikala panas terik tapi juga pria, mereka tanpa segan membuka payungnya dikala panas matahari menyinari kulit mereka, pemandangan yang sangat jarang ada di Indonesia. Di Indonesia sebaliknya, ketika hujan gerimis pun laki-laki masih rasa segan untuk membuka payung, kecuali kalau hujan sudah sangat deras.
6. The land of Typhoon sangat cocok menjadi julukan negara kepulauan ini. Bahkan saking seringnya typhoon menghantam negara ini setiap tahun, warga di sini menamakan typhoon sesuai alfabet dari A sampai Z. Hari pertama kedatangan saya di Filipina typhoon Mario baru saja lewat, dan sebelum saya pulang giliran typhoon Ruby yang menyapa warga Filipina. Typhoon di Filipina ada yang namanya perempuan seperti Yolanda, Ruby, ada juga yang laki-laki seperti typhoon Mario. Menurut orang di sana typhoon "perempuan" umumnya lebih destruktif dibanding dengan typhoon "laki-laki", nah lho :p
sumber gambar:
https://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/keep-calm-and-love-kuya-and-ate-2/
https://emmblu.wordpress.com/2010/12/05/the-barong-tagalog-as-a-symbol-of-pride/
http://www.bizarrefood.com/blog/fertilized-duck-embryo-balut/
http://www.theblaze.com/stories/2013/11/07/the-pictures-of-what-could-be-the-biggest-typhoon-ever-are-downright-terrifying/
https://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/keep-calm-and-love-kuya-and-ate-2/
https://emmblu.wordpress.com/2010/12/05/the-barong-tagalog-as-a-symbol-of-pride/
http://www.bizarrefood.com/blog/fertilized-duck-embryo-balut/
http://www.theblaze.com/stories/2013/11/07/the-pictures-of-what-could-be-the-biggest-typhoon-ever-are-downright-terrifying/
Subscribe to:
Posts (Atom)












