Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Sunday, January 27, 2019

Overthinking

Ada 1 bad habit yang saya miliki dari saya kecil, "overthinking". Hal ini sering jadi penyebab kecemasan saya yang berlebihan. Adakalanya saya capek jadi orang yang selalu overthinking, dan saat ini adalah puncak rasa muak saya terhadap overthinking ini. Gara2 overthinking, saya jadi gak sepenuhnya "hadir" di momen2 berharga, misalnya lagi reunian sama temen SMA. Normalnya, ini adalah hal yang paling saya suka, bertemu dengan jangkar kehidupan saya, berbincang penuh kehangatan, becanda yang itu-itu saja tapi selalu terasa baru. Tapi, ada hal yang berkaitan dengan kerja yang mengganggu pikiran saya seharian ini. Saya cemas, takut akan timbul banyak issue saat projectnya berjalan besok. So, saat lagi acara saya malah hubungin teman kantor saya, yang susah sekali dikontak (karena weekend juga kali jri!). Dan itu hanya menambah kecemasan saya. Sampai pulang pun, mereka belum memberi update apa2 dan makin memperparah kecemasan saya. Selesai acara reuni saya merasa hampa, kosong banget, saya baru mulai merasa sedikit lega ketika teman saya akhirnya balas whatsap saya. Tidak sampai 5 menit, isu yang muncul dari pagi sudah terselesaikan. Ya, karena overthinking saya seringkali khawatir berlebihan yang ga ada faedahnya dan merugikan saya dua kali karna saya gak bisa live the moment saat berbagai isu datang melanda. Hhhhh, capek.

Tuesday, January 23, 2018

New Year, New Spirit?

It's been a year guys! well, almost actually. Hampir setahun gak ngeblog, setiap kali pengen ngeblog selalu teringat utang postingan tentang trip ke Turki, akhirnya ga jadi jadi. Sekarang biar rajin ngepost lagi, saya pun melunasi postingan tentang Turki. Well, belum lunas sepenuhnya si, tapi setidaknya ada 3 postingan baru lah dari terakhir catatan saya saat di Cappadocia.

Okay, ada kabar apa nih setahun gak udpate di sini?

  1. Saya masih di Quipper, okay tahun ini akan jadi tahun keempat saya kerja di sini. Kalau ditanya bosen gak? Bohong klo bilang ga ada bosennya, bosan pasti ada tapi karna selalu ada hal baru yang bisa dikerjakan di Quipper jadi saya bisa bilang kalau saya belum bosan-sampe-ingin-resign selama kerja di sini. Tahun baru diawali dengan berita ga menyenangkan, 6 orang resign, pfftt, sedih si, tapi ya semoga mereka dapat kesuksesan di tempat barunya.
  2. No sosmed. Wow, saya ga nyangka bakal hiatus dari dunia sosmed selama ini. Udah hampir setahun saya hiatus dari Instagram dan Facebook. Baru2 ini saya terpaksa berbalas komen lagi di Facebook karna ada guru saya yang di Papua post komentar di foto saya, ga dibales ya ga enak kan, jadilah tu foto saya malah tersebar kemana2 sampe ke grup whatsap kantor 😔
  3. Saya menemukan fakta baru tentang diri saya sendiri, ternyata saya suka seni. Kesibukan saat kuliah membuat saya gak total dalam aktualisasi diri, jadilah pas kerja saya baru ada waktu untuk eksplorasi tentang diri saya. Saya memberanikan diri ikutan drama musikal (klo ini 2 tahun lalu), dan dari situ ternyata saya baru sadar klo saya suka tari khususnya tari tradisional. Tercatat udah 2x ikut Indonesia Menari, dan 1x nari di nikahan orang, tepatnya nikahan anak Gubernur Jabar kang Aher, pertama kali nari di nikahan orang diliatin para pejabat pula, sebut saja presiden.
  4. Kursus IELTS, hmm, dalam rangka persiapan cari S2 dan beasiswa ke Eropa, saya mulai take action dengan ikut kursus IELTS di IALF. Sejujurnya saya menyesal, bukan bermaksud menjelekkan tapi memang metode kursusnya gak sesuai dengan ekspektasi saya. Bagi sebagian orang mungkin metode ini efektif, tapi yaah, tiap orang punya ekspektasi yang beda kan. Jadi lah setiap ada temen mau kursus di IALF saya ajak ngobrol, mending hayok kita belajar bareng daripada keluar uang sampe 5 jt untuk kursus 2 bulan.
  5. Depresi. Akhirnya saya tau rasanya depresi, gaenak banget men! Hmm, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, tapi itu terlalu privasi untuk dibagi. Sekitar 1 bulan saya berada di titik terendah dalam hidup, gelisah, hati rasanya kosong, sedikit2 narik nafas panjang, bingung, mikir yang tidak2, dan banyak perasaan ga jelas lainnya yang ga bisa dijelaskan. Saya ga terlalu ingat kenapa akhirnya saya bisa lalui itu semua, mungkin ya karna masalah waktu aja. Jadi, buat orang2 yang lagi depresi, sabar aja, semua itu bakal berlalu kok, tetap sabar, sabar, dan sabar.
Baik, segitu dulu aja updatenya, nanti dilanjut lagi. Semoga kedepannya bisa bikin postingan lain yang tersisa tentang Turki. Ada apa aja? Masih ada catatan saat di Selcuk, Sirince, naik balon udara di Cappadocia, Bursa, Edirne, dan Istanbul! Hmmm, masih banyak pemirsa 😅

Wednesday, December 9, 2015

Work Hard, Play Hard

What I love the most working in Quipper is when I have a business trip to other cities. I always took this chance to meet my friend who lived in those cities or just took a city trip. My first trip was when I gave a training in Cirebon. I met my Indonesia Mengajar's mate, Sanuri and Benny. I also visited Kraton Cirebon and of course found the local cuisine there.

 That was my first trip, after that I visited Makassar for Ambassador Meet Up. After the event, we (me and my office mate) walked along the street near Losari Beach to find Makassar culinary. I loved Makassar! There was Iga Karebosi, my favorite restaurant, i'm an iga lovers and it was really easy to find it in Makassar, and Pisang Ijo in Muda Mudi restaurant, that was the best Pisang Ijo I've ever tasted!

My friends and I took a trip to Bantimurung National Park, this place was quite popular as a kingdom of butterflies. There were some interesting objects inside the national park, we can found lake, cave, waterfall, etc. Once again, do not forget to visit Losari if you are in Makassar, especially in sunset.













I have horror moment in Bantimurung, when 3 of us taking a selfie I saw "another me" stand next to me. I saw it through the screen of the phone that we used to take selfie. I shocked and i took off my glasses right away and move before the camera capture us. My friend said, "ih kok lu bergerak si lagi difoto!" I thought the picture will be without me or if there is me, it will be blur. But as you see the picture above, there is me (and no blur) stand infront of the lake. *trus jadi gak serem klo diceritain pake bahasa inggris -_-
A month my office mate have a business trip to Makassar and they visited Bantimurung as well. The guide told them that the lake was very danger so people don't allowed to swim. So many people died in that lake, no wonder ya why i have that horror moment.

When I have a business trip to Makassar I took unpaid leave and attended my best friend's wedding in Baubau. I was so happy finally I could see him marry his special one. Hopefully I'll meet my special one soon *eeaaa. Before the wedding I took short trip to Wakatobi and have my first diving experience in the center of the world's coral triangle.


















On October my office have a road show to promote our new product to schools in Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Padang, Palembang, and Bandung. I was in charge to visit Yogyakarta, Medan, and Bandung. When I was in Jogja I ask my school mate to meet; Azmy, Anin and her cute baby boy, Raka. That was a great night, meeting my high school mate is always great and special for me. Love you guys, we used to said "uhibbukum fillah" :)














Unfortunately when I visited Medan my friend who worked in Medan was not there, she was in Jakarta at that time, so I took city trip in Medan. I visited Masjid Raya Medan known as Masjid Raya Al Mashun, Istana Maimun, Rahmat International Wildlife Museum, Tjong A Fie, and I took train airport for the first time from Medan to Kualanamu. It was an exclusive train, so modern and it cost IDR 100,000/trip, quite expensive I think.














I can't forget my business trip to Bandung, my IM's mate even made a whatsap group to welcome me, lol. And finally we met in that rainy night. Always fun and lot of topic to discuss when I met Pengajar Muda, see you on top ya guys :)














I quite often visit Bandung, but in the last visit I was took to Grand Universal Hotel by my office mate. It was a nice place, and very romantic. I imagine I can visit this place sometimes later with my special one. Before that happens, I present you readers, boy band from Quipper in action :p


















In the next 2 days I'm going to visit Malang and Surabaya, but since it's a quick trip I think I can't even take a city tour, and I have no friend lived or worked in Malang, so I only have a chance to find a unique culinary in Malang. Hopefully our office keep doing business trip and I have a chances to visit more cities, so I can meet my friends to silaturahim with them. Okay, it's almost 3 AM and I still keep doing this randomnes..

Saturday, November 21, 2015

Fakta Baru

Bekerja di start up company memang ga ada statisnya, selalu ada yang baru yang bikin kita mengeksplore potensi kita. Judulnya aja Customer Support tapi pada kenyataannya yang dilakukan banyak dan luas banget. Saya akan cerita tentang kerjaan saya suatu saat nanti *klo gak males.

Bicara tentang pekerjaan yang selalu baru, 1 bulan terakhir ini pekerjaan saya adalah mengunjungi sekolah-sekolah yang menggunakan produk perusahaan saya untuk diperkenalkan produk terbaru dari perusahaan saya, Quipper. Sekolah yang dikunjungi pun banyak yang dari luar kota seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Jombang, Medan, Makassar, Padang, Palembang, Bandung, dan pastinya Jabodetabek. 

Saat sedang mengunjungi sekolah di Jakarta,
F: Siang adik-adik
Bocah2 SMA: siang kak *beberapa masih ribut dan malah asik ngegosip
Saat lagi asik menyiapkan laptop, infokus dan brosur buat presentasi, dari bangku siswa kedengeran suara kasak kusuk
X: mirip si itu ya
Y: iya ya mirip, siapa dah namanya
X: KAK! *manggil saya dengan ga santai
F: Ya? *langsung refleks nengok
X: ih tuh kan bener mirip yang main 50 first dates *bisik2 ke si Y
Y: oh iya mirip ADAM SANDLER!!
F: *cuma bisa melongo sambil mikir mirip darimananya*
Oke jadi saya baru tau fakta terbaru tentang saya klo saya mirip Adam Sandler, hehehe *tersipu malu*

Waktu saya ceritain ke temen2 mereka semua sepakat untuk ga percaya, pffttt yasudahlah. Tapi yang bikin saya bingung tuh murid2 kenapa sampe mirip2in saya sama si Adam ya, apa mungkin karna saat itu situasinya mereka baru pada selesai jam olahraga jadi mata mereka masih burem atau kepalanya masih panas?

Fakta berikutnya yang saya baru sadari adalah memang ya anak IPS itu rusuh, berisik, nyebelin, cuek dan gak pedulian, beda banget sama anak IPA. Sebelum saya merasakan sendiri road show, ada temen saya yang sudah lebih dulu melakukannya bilang klo anak IPS itu jauh lebih tengil dibanding anak IPA. Awalnya saya kira mereka lebay, sebagai anak IPS saya ngerasa dulu saya gak tengil kok. Etapi pas dialamin langsung ternyata emang bener stereotype yang udah kebentuk di masyarakat. Biasanya kalau udah giliran ke sekolah, temen2 pada gak mau masuk kelas IPS dan ujung2nya saya yang dikorbanin.

Oke sekian dulu postingannya, masih harus lanjut packing siap2 road show ke Bandung besok, entah akan dimiripin dengan siapa lagi saya besok, Tom Cruise mungkin?

Friday, April 10, 2015

Peringatan Keras!

Saya adalah orang yang sangat hobi mendengarkan musik ketika mengendarai motor, tapi akhir-akhir ini saya sudah jarang melakukan hobi tersebut karna mulai bosan sama playlist yang ada. Beberapa hari lalu saya download lagu-lagu baru yang penuh semangat dan kemarin saya kembali mendengarkan musik sambil mengendarai motor. 

Lagu-lagu yang saya download umumnya lagu yang up beat dan saya pun ikut nyanyi layaknya di ruang karaoke, yupp, sampai teriak2, karena sudah malam juga jadi jalanan sepi. Saat lagu Counting Stars dari One Republic berakhir dengan ciamik, lagu pun berganti. Oleh karna musik yang saya mainkan dari folder "Recently Added", tiba-tiba lagu berganti ke audio dari whatsap yang tersimpan di folder tersebut. 

*suara orang ngaji* 
Saya bingung, bertanya-tanya ini apa? Ternyata ini adalah rekaman tausyah yang dishare dari teman di salah satu grup Whatsap. Saya ingat kalimat pertamanya yang terus diulang-ulang, "Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID"

Mau ganti lagu atau lepas earphone tapi malas untuk berhenti, jadilah saya sepanjang jalan kurang lebih 3 menit khusyuk mendengarkan tausyah tersebut. Isinya tajam sekali dan tepat menghujam jantung, sindiran dan peringatan yang sangat keras untuk diri ini. Penasaran dengan tausyah lengkapnya, saya pun mencarinya di google, dan inilah tausyah yang saya dengarkan secara tidak sengaja..

Wahai anakku ...

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID.

Betapa banyak orang yg kaya raya tidak sanggup utk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.


Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melkukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas di Eropa, Australia, ataupun Amerika.
Mampu melangkahkan kaki ke Jepang, Cina, dan Korea dengan semangat yg membara,namun ke masjid, tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh, w
alaupun telah bergelar Dr. Filsafat.

Pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menakluki puncak Gunung Guntur Garut dan Cikuray Garut, juga Everest pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid.
Alasan mereka pun beragam. Ada yg berkata sebentar lagi, ada yg berkata takut dikata alim.


Maka berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid. Karena Bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid.


Biar ku beritahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan utk menemui Rabbmu. Itulah perjalanan yg diajarkan oleh nabi serta perjalanan yg akan membedakanmu dengan orang-orang yg lupa akan Rabbnya.


Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu.

Diazab karena Hujan

"Coba kasih hujan yang banyak kah!"

Beberapa minggu lalu saya kena azab langsung dari Yang Kuasa. Cerita dilatarbelakangi oleh ketidaksukaan saya pada hujan. Sebenarnya saya suka hujan, tapi kalau posisi saya kering dan hangat di dalam rumah, kalau sedang di luar rumah hujan sangat menghancurkan mood.

Saya biasa pulang kantor jam 8 malam, saat itu langit tampak biasa saja, tidak mendung tapi juga tidak berbintang. Sepuluh menit berlalu tiba-tiba gerimis, saya pun menepi untuk pakai jas hujan. Ritual memakai jas hujan di tengah jalan sangat menyebalkan bagi saya, karena harus berhenti dulu *kecuali Anda mau berakrobat pakai jas hujan sambil menjalankan motor*

Ternyata hujannya tidak semakin deras, perlahan-lahan hujan berhenti. Saya pun kembali menepi dan melepas jas hujan saya. Sambil berkendara saya terus merengek, meracau dengan logat Papua sambil marah-marah. "Hujan ini macam bagimana kah? Orang su paki jas hujan mantap, baru de berhenti. Coba kasih hujan yang banyak kah!" Saat saya mengatakan itu sepertinya Malaikat lewat dan langsung menjawab tantangan saya, karena tiba-tiba hujan turun lagi dan kali ini agak deras.

Saya pun segera menepi dan memakai jas hujan kembali. Tidak lama setelah saya kembali ke jalan hujannya pun semakin deras, deras, dan terus bertambah deras sampai saya tidak bisa melihat karna kaca helm saya jadi buram. Saat saya membuka kaca helm, muka saya terasa seperti ditusuk-tusuk jarum karna derasnya air hujan. Bodohnya saya malah tertawa keras sambil muka ini ditusuk-tusuk air hujan yang sangat menyakitkan, "nah, coba begini dari tadi kah!". 

Saya pikir hujan deras seperti ini hanya sebentar, ternyata hujannya konsisten deras sekali untuk mengazab saya yang sudah menantang Tuhan. Tubuh mulai menggigil kedinginan, dan tiba-tiba dari arah depan ada mobil melaju kencang dan sukses mencipratkan air comberan ke muka dan badan saya, langsung saya reflek "Ampuuunnn".

Memang benar ternyata bahwa hujan adalah salah satu waktu yang baik untuk berdoa. Sampai rumah saya senyum2 sendiri menyadari kebodohan saya yang telah "menantang" Tuhan, dan jadinya langsung dapet azab. Jangan ditiru ya guys :)