Friday, November 20, 2015

Si Lebay Dea Adhicita

Woww, 3 bulan lebih tidak menulis, ckckck.

Barusan blog walking, dan terharu biru sama cerita romantis yang dibuat oleh pasangan suami isteri yang oke banget, siapa lagi klo bukan si Dea dan aa Jati, siapa si yang gak mengharu biru baca  tulisan ini, dibuat dari hati oleh suami untuk istri tercintanya yang ngebales dengan buat tulisan ini.

Deaaa deaaa, senyum2 saya baca tulisannya, emang dasar lebaynya ga ilang2 ni anak. Tapi yah itulah si dedi, rencana main ke rumahnya udah lama banget tapi belum kesampean juga euyy.. Sorry ya ded, bukannya lupa sama ulang tahunmu, tapi emang gak sempet sms/whatsap pas tgl 16 November, hehe..

Semoga makin melengkapi ya kalian berdua, seneng banget ngeliat keromantisan ala kalian, bawaannya jadi pengen cepet nyusul *eeaaa :p

Friday, August 14, 2015

(Makin) Cinta Islam

Manusia, katanya si tempatnya salah dan lupa, dan memang benar. Kadang manusia bisa memiliki kadar keimanan yang begitu tinggi, kadang juga kadar keimanan seseorang bisa begitu rendah, terjun bebas sampai ke kurva negatif, kita sebutnya futur. Begitu juga saya, kadang saya ngerasa lagi rendah banget kualitas imannya, seperti yang akhir2 ini saya rasakan. Tapi baru-baru ini saya sedang memikirkan betapa saya makin cinta kepada agama saya, semoga dengan ini kadar keimanan saya juga meningkat.

Saya pernah menulis postingan tentang sujud di sini, yaa, saya suka sekali dengan gerakan sholat yang satu ini, membuat kita sadar betapa kecilnya diri kita di hadapan Pencipta kita. Baru-baru ini saya tersadarkan ada 1 hal baru lagi yang membuat saya makin cinta agama saya selain tentang gerakan sujud saat shalat. Sebenarnya ini berawal dari kegemaran baru saya nonton tayangan Abad Kejayaan di ANTV. Akhir2 ini saya suka sekali serial ini, karena saya suka Turki beserta sejarahnya yang luar biasa.

Film abad ini bertema kehidupan di kekaisaran Ottoman pada abad 16. Momen yang membuat saya sangat tersentuh adalah ketika Putri Hurrem meninggal. Saya tidak akan menceritakan tentang karakternya yang penuh intrik, yang membuat saya tersentuh adalah saat melihat beliau dimakamkan. Ketika masih hidup, penampilan beliau sangat glamour dengan pakaian dan perhiasan yang super indah, tapi ketika meninggal hanya selembar kain kafan putih yang menjadi pakaiannya. Tanpa dimasukkan ke peti, mukanya langsung menyentuh tanah, yaa, tanah tempat dirinya berpijak ketika hidup.

Di situ saya langsung tersadar, betapa sehebat apapun kita manusia, setinggi apapun jabatannya, setampan apapun rupanya, sebanyak apapun hartanya, seluruhnya tidak akan kita bawa ke kuburan kita. Yang kita kenakan saat meninggal hanya selembar kain kafan putih beserta amal kita saat masih hidup. Semua hanya titipan dari Allah yang akan dikembalikan kepada-Nya suatu saat nanti. Saya teringat kata2 pangeran Cihangir sebelum dirinya wafat, "manusia hanyalah pikiran, tubuh ini, punuk ini adalah dari Tuhan, hanya titipan", beliau terlahir memiliki penyakit tulang belakang yang menyebabkannya punya punuk. Redaksi lengkapnya saya lupa, intinya yang saya tangkap adalah yang membedakan manusia satu sama lain adalah apa yang ada di pikirannya, jangan merasa sedih kalau memiliki tubuh dan rupa yang tidak sempurna, karena kalau pikiran dan hati kita selalu menuju 1 tujuan yaitu akhirat, insha Allah itu akan lebih bermanfaat untuk diri kita sendiri nantinya, wallahu 'alam...

Friday, July 24, 2015

Tahun Duka Cita

Kalau Nabi Muhammad tahun duka cita ketika istri dan pamannya meninggal di tahun yang sama, kalau saya tahun duka citanya se-simpel kehilangan 2 tiket promo ke 2 tujuan berbeda.., sedih...

Tiket promo pertama: 
Jakarta-Manila, Manila-Riyadh, Riyadh-Manila, Manila-Jakarta

Berawal dari diri ini yang begitu impulsif ketika tahun baru kemarin melihat tiket promo dari Cebu Pacific Air tujuan Riyadh, niatnya si mau umroh, tapi ternyata saya baru tau ke Saudi itu tidak semudah ke negara lain. Kenapa? Karena Saudi tidak mengeluarkan visa turis. Sombong? Bisa jadi. Bisa juga nggak, karna mungkin emang negaranya udah dipusingkan sama jemaah haji dan umroh yang selalu bejibun tiap tahun, entahlah.

Awalnya saya mau mengusahakan visa umroh, tapi ternyata ada beberapa kendala.
1. Visa umroh hanya bisa diterbitkan jika landing di Jeddah SAJA, bukan di bandara lain.
2. Visa umroh tidak bisa diurus sendiri melainkan harus melalui travel.
3. Umroh tidak bisa dilakukan di bulan Syawal karena sudah mulai persiapan musim haji.

Rencananya saya ke Riyadh tgl 2 Agustus dari Manila, yang mana itu merupakan bulan Syawal. Oleh karena untuk visa umroh sudah tidak memungkinkan, jadilah saya mencari jalan lain, calling visa.
Apa itu calling visa? Calling visa ini adalah visa yang dikeluarkan by request dari negara yang ingin dikunjungin, bisa 2 cara atau pihak yang memanggil, yaitu:
1. Keluarga sedarah yang dibuktikan dengan kartu keluarga
2. Business purpose misalnya panggilan job training, dll.

Jelas saya tidak bisa mengusahakan yang pertama, ya meskipun sebenarnya semua Muslim bersaudara dan seperti keluarga, tapi tentu kedubes ga nerima fakta itu *ya ngana pikir?!?! Jadilah saya mengusahakan yang kedua. Saya mencoba minta tolong ke atasan saya yang sempat kerja di KBRI Manila, mengusakan koleganya yang ada di Saudi untuk mengeluarkan surat panggilan untuk job training, tapi hasilnya? Nihil. Saya pun tak mau berpangku tangan, saya coba menjalin pertemanan di situs Couch Surfing, sudah ada beberapa orang yang siap menampung saya di rumahnya, tapi ketika saya tanya bisa gak menerbitkan surat buat job training, hasilnya? Tetep nihil. Malah ada 1 orang Saudi sana yang dengan randomnya malah nawarin saya MLM, iya, MLM! aneh banget >,<

Tiket promo kedua:
Jakarta-Ende (Flores), Ende-Kupang-Jakarta

Masih alasan yang sama, impulsif, bahkan saking impulsifnya, ketika ada info promo ini dari temen, saya langsung aja cari tanggal merah tanpa lihat itu tanggalan merah kenapa, dan akhirnya ditentukan lah tanggal itu dan langsung beli tiketnya. Pas dilihat lagi ternyata itu libur merah karena Idul Adha, yang artinya saya ga bisa shalat Ied. Karena sudah terlanjur ya saya lanjutkan saja, ajak temen2 lain dan terkumpullah 7 orang dengan latar belakang berbeda untuk berpetualang ke Flores bersama, bahkan kami sudah membuat grup whatsap agar lebih mudah kordinasi.

Baru-baru ini kabar buruk pun datang, ceritanya saya tau informasi ini dari teman saya. Jadi teman saya punya teman lagi yang kerjasama dengan salah satu travel. Beberapa hari lalu temennya temen saya itu mengabarkan kalau ia ditimpa musibah, ternyata travelnya NIPU! Tapi untungnya temennya temen saya ini mau bertanggung jawab mengembalikan 100% uang yang sudah kami setor. Paling lambat akhir September si pengembaliannya, ya mudah2an aja ga ngaret. I want my money back! Kecewa banget karna saya sudah sampe ngebuat itinerary selama di sana, udah kebayang banget asiknya di sana.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, bagi orang yang memang ingin mencarinya. Hikmah dari saya tidak jadi umroh adalah saya bisa menghadiri 3 pernikahan sahabat-sahabat saya, 2 diantaranya termasuk yang paling dekat dengan saya. Hikmah saya tidak ke Flores pun saya jadi bisa menghadiri pernikahan teman terdekat saya. Yaahhh, inilah saya, masih mencoba ikhlas kehilangan uang yang tidak sedikit *ikhlas kok diomongin -__-

Setelah ini saya mau buat Trip Sakit Hati, no more promo ticket! Pokoknya cuti yang sudah terlanjur diajukan harus tetap digunakan. Next destination? Well, better keep it secret unil it's done.

Wednesday, June 3, 2015

Senggol Curcol

Akhir-akhir ini entah kenapa diri ini jadi sering curcol, ibarat kata ada yang nyenggol dikit langsung aja ni mulut curhat colongan.

Alkisah hari Jumat lalu, saat kami dapet free lunch dari kantor ada temen yang mesen menu Yakiniku
F: eh, itu keliatannya enak, lu mesen apaan?
M: ohh ini Yakiniku
F: *menunduk* kalau yakini dia ada gak?
M: -_-'
ketika diri ini udah yakin tapi dirinya ga yakin, andai ada menu yakini dia yang bisa membuat dia yakin..

Perbincangan di grup bersama teman2 tentang kegiatan volunteer untuk anak-anak berkegiatan outbond, salah satu acaranya adalah memandikan kerbau di sawah
F: eh emang anak itu gak takut ya sama kerbau? waktu kecil aku takut lho sama kerbau
*hening*
F: tapi sekarang aku udah ga takut kok sama kerbau, aku lebih takut sendiri

Kali ini kejadian di dalam lift, saat sedang sempit-sempitan karena banyak yang naik.
P: bahu lu lebar banget si
A: bahu lu lebih lebar kalii
F: bahu gua juga lebar kok *gak mau kalah*
F: tapi percuma punya bahu lebar kalo ga ada yang nyandarin, ga ada beda ama bahu jalan
Seisi lift: *menatap sedih ke F*

Terakhir saat di tempat makan lagi pada asik ngebahas mantan
T: mantan gua baru nikah kemaren
M: pasti keilangan banget ya
T: pake ditanyain lagi *kesel*
F: *nyeletuk dengan nada ketus* dia mah gimana bisa ngerti rasanya kehilangan, punya aja ga pernah
*kemudian F digebukin* *imajinasi liar*

Gak biasanya saya kaya gini, ga ngerti juga apa penyebabnya, semoga aja ga keterusan lah, malu juga klo dikit2 curhat colongan.

Monday, May 11, 2015

Peucang?

Setelah sekian lama tidak membuat FR, kali ini mau mencoba menuliskan pengalaman perjalanan yang baru saja dilakukan. Trip kali ini tujuannya adalah Pulau Peucang, di Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten. Temen jalan kali ini adalah temen-temen Pengajar Muda VI dan beberapa teman kantor, yang meski baru ketemu tapi asyik banget buat diajak seru-seruan, totalnya 17 orang berkumpul mencari penghiburan di tengah aktivitas monoton di ibu kota.

Perjalanan menuju pulau Peucang cukup lama, pertama kita harus melewati jalur darat selama 6 jam, kemudian disambung via laut 3,5 jam. Bagi kami yang sudah lama tidak bertemu, trip ini jadi seperti reuni kecil yang membuat perjalanan tidak berasa karena keasikan ngobrol. Sepanjang perjalanan laut, saya pilih duduk di atap kapal kayu yang kami tumpangi. Absen kena angin laut selama 3,5 bulan membuat diri ini kangen setengah mati dibisiki melodi dari angin laut dan diayun gelombangnya. Tapi sayang, sepanjang perjalanan banyak sekali sampah terapung di laut, khususnya sampah plastik, padahal udah masuk kawasan taman nasional :(


Secara umum kegiatan selama di sana adalah snorkeling, swimming, canoing, dan jumping, yang terakhir itu kami yang buat sendiri. Bicara spot snorkeling, di sini trumbu karangnya agak kurang si klo menurut saya. Kurang berwarna dan ikannya pun tidak banyak. Mungkin juga ini dipengaruhi oleh cuaca yang mendung selama kami snorkeling kali ya, jadi jarak pandang tidak terlalu baik. Di sini saya lebih menikmati berenang2nya saja karena tidak menikmati snorkelingnya sama sekali. Akhirnya main2 saja dengan teman2, permainan dengan murid2 saya dulu ketika di Papua, yaitu menyelam ke dasar dan mengambil pasir di bawahnya. Lumayan asik juga bagi yang baru tau permainan ini, hehe.


Selesai snorkeling di satu spot, kami berlanjut ke spot berikutnya, di sini kami melempar jangkar di dekat pulau. Maunya si makan siang di pulau tersebut karna terlihat lumayan bagus, tapi dengan alasan makanan tidak bisa dibawa ke darat akhirnya kami pun makan di kapal. Sebelumnya kami sempatkan dulu snorkeling di spot ini, hasilnya? Tidak beda jauh dengan spot sebelumnya. Oleh karena jarak ke pantai tidak terlalu jauh, saya pun berenang ke pantai. Awalnya saya beramai-ramai dengan teman yang lain berenang ke pantai, tapi karna ada yang merasa ditusuk bulu babi semua pun kabur kembali ke kapal, sedangkan saya karna kaki saya kram saya putuskan ke pantai saja sekalian supaya kramnya hilang. 


Snorkeling sudah, berenang sudah, kami pun makan siang di kapal sambil bergoyang2 mengikuti ayunan ombak. Selesai makan kami snorkeling lagi dan berenang lagi sampai sore. Selanjutnya kapal berlayar kembali menuju tempat peristirahatan kami di pulau Handeleum. Oiya di spot snorkeling ini sempet terjadi insiden, teman kami terjebak di karang di pinggir pantai. Maksud hati mau ke darat ternyata tidak bisa karena terhalang kumpulan karang yang sangat tajam, ingin kembali ke kapal pun setengah mati karena tersapu ombak berkali-kali. Jadilah teman-teman yang membantunya berdarah-darah mulai dari tangan, kaki, badan, bahkan sampai bagian pan*at.



Selesai bersih2 malam harinya kami asyik main werewolf sampai tengah malam. Permainan werewolf memang paling asyik dimainkan ramai2 seperti ini, dari permainan ini pula somehow kita jadi tau karakter teman2 kita. Apalagi dari 17 yang ada di sini hanya 3 orang saja yang tau permainan ini, jadilah permainan terasa sangat mengasyikkan karena semua antusias.


Esok harinya adalah kegiatan paling asyik menurut saya, yaitu canoing. Canoing di sini adalah menyusuri sungai kecil dengan warna air hijau, dikanan kirinya lebat dengan pepohonan, dan suara2 hewan yang memanjakan telinga. Saya jadi teringat saat saya melakukan kegiatan sejenis di Papua sana, orang sana menyebutnya menyusuri "hol". Entah darimana kata itu berasal, apakah dari kata "hole", saya juga kurang paham.


Di hari kedua ini kegiatan asyik yang kami buat sendiri adalah lompat dari atas atap kapal kayu yang kami tumpangi. Ketinggian kurang lebih 3 meter, tidak terlalu tinggi memang tapi cukup memacu adrenalin juga awalnya. Sekali lompat, pasti ketagihan. Awalnya teman-teman banyak yang tidak berani, apalagi yang perempuan, tapi setelah dimotivasi berkali2 akhirnya mereka mau juga satu persatu lompat ke laut, dan lucunya semua pun ketagihan dan melakukan yang kedua, ketiga, bahkan keempat kalinya.

Selesai bermain-main di laut kami pun kembali ke darat. Begitu sampai di darat kami disajikan sunset yang luar biasa indahnya. Sudah lama tidak lihat sunset seperti itu sangat mengobati kerinduan saya sama keindahan alam di saat senja. 


Setelah asyik melihat sunset, kami pun bersih-bersih dan bersiap kembali ke realita di Jakarta. Oiya di trip kali ini saya rada malas ambil foto, waktu sunset pun saya tidak memotretnya, saya asik menikmati sunset sambil mengobrol dengan teman saya, hanya memotret dengan kamera terbaik di dunia, yaitu mata. 

Trip kali ini secara umum sangat menyenangkan, tapi bisa dibilang faktor terbesar yang membuat trip ini menyenangkan adalah teman-temannya. Sedangkan pengelola tripnya sangat jauh dari memuaskan menurut saya. Sekali lagi ini membuktikan ke saya, tidak penting pergi kemananya, yang penting pergi dengan siapa. Karena seperti yang Trinity bilang, it's not about the destination but the journey :)


*pictures were taken by Laura, Naldo, and me



Friday, May 8, 2015

Sedih itu ketika..

Ketika 2 celana berbeda robek di waktu berdekatan karna kelebihan lemak, di situ saya merasa sedih :(

Sekarang semua orang manggil saya buncit atau gendut, agak mengesalkan si. Inilah dampak malas berolahraga, bahkan ngelihat ujung kaki aja udah susah karna kealingan perut, pathetic -_-

Thursday, April 23, 2015

Kera Sakti

Diri ini merasa menjadi kera sakti yang menemui banyak masalah dalam rangka mencari kitab suci ke barat :(